Payload Logo
Pinjol

Sosialisasi CERIA (Cerdas Finansial Melalui Edukasi, Literasi dan Aksi) dengan tema “Generasi Cerdas: Berdaya Tanpa Judi Online dan Pinjaman Ilegal” di Gedung B OJK Kaltim-Kaltara, Jumat (29/5/2026) (Dok: OJK)

OJK Kaltimtara Dorong Generasi Muda Berdaya Tanpa Judol dan Pinjol

Penulis: Agung | Editor:
30 Mei 2026

KALTIM — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) mendorong penguatan literasi keuangan bagi generasi muda.

Caranya melalui Sosialisasi CERIA (Cerdas Finansial Melalui Edukasi, Literasi dan Aksi) dengan tema “Generasi Cerdas: Berdaya Tanpa Judi Online dan Pinjaman Ilegal” di Gedung B OJK Kaltim-Kaltara, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, serta perwakilan komunitas di Kaltim.

Sosialisasi ini untuk meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus membangun kesadaran akan bahaya aktivitas keuangan ilegal.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Muhammad Faisal, Manajer Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Kaltim Kaltara Angga Heryadi, serta Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim Kaltara 2026 Sheilla Agista Rizky Jagung Praptama.

Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional OJK Kaltim Kaltara, Ali Ridwan, mengatakan perkembangan teknologi digital telah memudahkan mengakses layanan keuangan.

Tapi, di balik kemudahan tersebut ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Terutama maraknya praktik judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) ilegal yang banyak menyasar generasi muda.

“Bukan saja berdampak ke kondisi finansial, tapi memengaruhi juga kesehatan mental, hubungan sosial, produktivitas, bahkan masa depan generasi penerus bangsa. Maka literasi dan inklusi keuangan menjadi pondasi penting agar masyarakat mampu memahami, memilih, dan menggunakan layanan keuangan secara bijak, aman dan bertanggung jawab,” ucap Ali Ridwan.

Ali menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Pada kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 61,76 persen dengan indeks inklusi keuangan mencapai 84,42 persen.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan generasi muda sudah cukup akrab dengan layanan keuangan digital.

Namun pemahaman ihwal pengelolaan keuangan yang aman dan bertanggung jawab masih perlu terus diperkuat melalui edukasi berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Forum Talenta Muda Kaltim, Andi Angkasa Putra, mengingatkan peserta tidak mudah tergiur iming-iming kekayaan instan yang banyak ditawarkan melalui berbagai platform digital.

Menurutnya, Judol menjadi ancaman serius yang bisa menyeret seseorang ke dalam lingkaran permasalahan keuangan yang sulit diputus.

“Judi online adalah tantangan besar bagi kita semua. Godaan mendapatkan kekayaan secara instan memang sangat besar, tapi dampaknya bisa sangat fatal. Data pribadi dapat dieksploitasi, rekam jejak keuangan bisa bermasalah, bahkan masa depan bisa hancur karena keputusan yang salah hari ini,” katanya.

Andi menegaskan sosialisasi yang dilaksanakan OJK merupakan langkah nyata membangun kesadaran generasi muda agar lebih bijak mengelola keuangan sekaligus menjaga keamanan identitas digital.

Ia juga mengajak para peserta mengubah pola pikir dari mengejar keuntungan instan menjadi membangun kemandirian finansial melalui pengetahuan dan keterampilan.

“Dan tentu saja perencanaan yang matang,” terangnya. (Agung)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025