Payload Logo
Sosmed

Ilustrasi seseorang menggunakan handphone membuka sosmed (dok: istimewa)

OPINI: Ketika Larangan Dianggap Solusi

Penulis: Gideon | Editor: Agung
3 Juni 2026

Penulis: Gideon (Mahasiswa Universitas Mulawarman)

KATAKALTIM.COM — Hari ini, tidak sulit menemukan balita yang lebih mahir membuka Youtube daripada mengikat tali sepatunya sendiri. Kita menyebutnya sebagai bagian dari perkembangan zaman.

Namun ketika dampak negatif mulai muncul, yang pertama kali dicari bukanlah solusi, melainkan pihak yang disalahkan. Dan sering kali, media sosial menjadi jawabannya.

Kekhawatiran terhadap dampak media sosial kemudian melahirkan berbagai usulan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak dan remaja di bawah usia tertentu. Kebijakan seperti ini dianggap sebagai Langkah yang baik untuk melindungi generasi muda dari berbagai dampak negatif di dunia digital, mulai dari Cyberbullying, penyebaran hoaks, hingga tekanan sosial yang marak terjadi.

Namun, apakah pembatasan tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang ada? Menurut saya, melarang media sosial justru bukan Solusi yang menyentuh akar dari permasalahan ini.

Masalahnya, media sosial sering kali dijadikan kambing hitam setiap kali kenakalan remaja muncul. Ketika terjadi cyberbullying, yang disalahkan medianya. Ketika anak kecanduan bermain gadget, yang disalahkan medianya.

Padahal, apakah benar akar masalahnya ada pada media sosial? Kalau besok semua akun Instagram, Tiktok, X, Facebook atau bahkan akun Roblox di tutup untuk anak dan remaja di usia tertentu, kenakalan remaja akan hilang? Cyberbullying akan musnah? Apakah hoaks akan berhenti untuk menyebar? Tentu tidak sesederhana itu.

Ironisnya, kita sering lupa bagaimana kedekatan seorang anak dengan dunia digital itu bermula. Tidak sedikit anak yang sejak kecil sudah diberikan gadget untuk menonton Youtube atau bermain game agar lebih tenang dan tidak rewel.

Layar sering kali menjadi solusi tercepat ketika orang tua sedang sibuk atau ingin menenangkan anak. Namun, ketika anak mulai sulit lepas dari layar gadget, mengalami kecanduan, atau terpapar konten yang tidak sesuai, media sosial justru menjadi pihak yang pertama kali disalahkan.

Padahal, penggunaan teknologi oleh anak seharusnya juga menjadi tanggung jawab orang tua melalui pendampingan dan pengawasan yang memadai.

Faktanya, media sosial sekarang bukan hanya sebagai tempat orang membuang waktu. Bagi banyak anak muda sekarang, media sosial adalah sebagai tempat mencari informasi, belajar banyak hal yang baru, membangun komunitas, bahkan sampai menghasilkan uang.

Di zaman sekarang, banyak konten kreator muda, pelaku UMKM, hingga siswa yang memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Karena itu, melarang menggunakan media sosial sama aja seperti mencabut akses tanpa benar-benar mengatasi penyebab masalahnya. Masalah yang ada hanya disembunyikan, bukan diselesaikan.

Dan yang paling sering terlupakan adalah, generasi muda saat ini sudah lahir dan tumbuh di era digital. Mereka tidak dapat dipisahkan begitu saja dari internet.

Tantangannya bukan bagaimana menjauhkan mereka dari dunia digital, tetapi bagaimana membekali mereka agar mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab didalamnya.

Melarang mungkin terlihat sebagai jalan keluar yang cepat dan mudah, tetapi mendidik memang akan selalu membutuhkan usaha yang lebih besar.

Menurut saya, larangan menggunakan media sosial hanya akan menyelesaikan gejalanya, bukan penyakitnya. Yang dibutuhkan bukan generasi yang dijauhkan dari internet, tapi generasi yang mampu memahami, menyaring, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya jika yang diperbaiki hanya aplikasinya, sementara cara kita mendidik dan mendampingi tetap sama, maka masalah yang muncul besok hanyalah versi baru dari masalah yang kita hadapi hari ini. (*)

Discalimer: Redaksi katakaltim tidak bertanggung jawab atas tulisan ini. Seluruhnya dikembalikan kepada penulis opini.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025