Payload Logo
Balikpapan

Uji coba elektronifikasi parkir di kawasan Balikpapan Permai, Selasa (6/1/2026) (dok: Han/katakaltim)

Pemkot Balikpapan Bersama Bank Indonesia Uji Coba Parkir Non-Tunai

Penulis: Han | Editor: Agu
7 Januari 2026

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Bank Indonesia (BI) memulai penerapan elektronifikasi retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum.

Program diawali dengan uji coba parkir non-tunai sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kota Balikpapan.

Kick off program digelar di kawasan Balikpapan Permai (BP), Selasa 6 Januari 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan elektronifikasi parkir ini untuk mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik.

“Ini bertujuan mendukung perluasan ekonomi dan keuangan digital. Digitalisasi adalah salah satu asas dari cita-cita kita bersama,” ucapnya.

Menurut Robi, penerapan parkir non-tunai menjadi pintu masuk memperluas digitalisasi di berbagai sektor layanan lainnya.

Ia menilai, masih banyak area yang dapat didorong untuk menerapkan transaksi non-tunai secara bertahap.

“Kita mulai dari elektronifikasi parkir. Ke depan, sektor transportasi, pasar, hingga pariwisata juga berpotensi untuk kita dorong,” katanya.

Robi mencontohkan kawasan wisata Manggar sebagai salah satu lokasi yang memungkinkan penerapan ekosistem digital secara menyeluruh.

Ia optimis Balikpapan bisa berkembang menjadi kota dengan aktivitas ekonomi berbasis non-tunai.

“Di kawasan wisata seperti Manggar, ke depan mulai dari parkir, membeli makanan, hingga aktivitas ekonomi lainnya bisa dilakukan secara non-tunai. Para pedagang juga perlu kita dorong agar semakin aware terhadap transaksi digital,” tambah Robi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari menjelaskan penerapan parkir elektronik ini secara bertahap melalui skema percontohan.

“Untuk tahap awal, uji coba dilakukan di kawasan ruko Balikpapan Permai. Masyarakat dapat melakukan pembayaran parkir menggunakan QRIS melalui mesin EDC,” jelas Idham.

Ia menyebutkan, uji coba ini bertujuan mengukur kesiapan sistem sekaligus membiasakan masyarakat dengan transaksi non-tunai pada layanan parkir.

“Jika dinilai efektif, sistem tersebut akan diperluas ke titik-titik parkir lain di Balikpapan,” tukasnya. (Han)