Payload Logo
PLTS Sebatik 150 kWp

PLTS Sebatik berkapasitas 150 kWp mulai beroperasi setelah melalui proses energize dan sinkronisasi dengan sistem kelistrikan setempat.(dok : PLN)

PLTS Sebatik 150 kWp Beroperasi, PLN Perluas Transisi Energi hingga Perbatasan Indonesia

Penulis: Han | Editor:
7 Oktober 2026

NUNUKAN – Pemanfaatan energi terbarukan kini semakin dekat dengan kawasan perbatasan Indonesia. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebatik berkapasitas 150 kilowatt peak (kWp) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pembangkit berbasis energi matahari tersebut telah melalui proses energize dan sinkronisasi dengan sistem kelistrikan setempat pada Sabtu (3/10/2026). Kehadiran PLTS ini menjadi salah satu langkah PLN dalam memperluas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan, beroperasinya PLTS Sebatik menjadi bagian penting dari upaya PLN menghadirkan energi bersih yang tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan atau pusat pertumbuhan.

“Transisi energi tidak hanya dilakukan di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga terus kami dorong hingga wilayah perbatasan. Beroperasinya PLTS Sebatik merupakan langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memanfaatkan potensi energi yang tersedia di daerah,” ujar Chaliq.

Menurutnya, Pulau Sebatik memiliki potensi energi matahari yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus memperluas penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Pengoperasian PLTS tersebut juga menjadi bagian dari transformasi sistem energi PLN dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan energi matahari, PLN membuka peluang pengembangan pembangkit energi terbarukan di kawasan perbatasan secara berkelanjutan.

“Sebatik memiliki potensi energi matahari yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi yang lebih bersih. Melalui PLTS ini, kami ingin terus membuka peluang pengembangan energi terbarukan di wilayah perbatasan dan menghadirkan manfaatnya secara berkelanjutan,” kata Chaliq.

Sebelum pembangkit mulai beroperasi, PLN melakukan final check untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi siap. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari sistem pembangkit, proteksi, keamanan, operasional dan pemeliharaan, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Manager PLN UP3 Kalimantan Utara Dody Suhendra menjelaskan, proses energize dan sinkronisasi menjadi tahapan penting sebelum PLTS masuk ke tahap operasi.

“PLTS Sebatik berkapasitas 150 kWp telah berhasil di-energize dan disinkronkan dengan sistem. Sebelum masuk tahap operasi, kami memastikan seluruh aspek teknis, proteksi, keamanan, operasional, pemeliharaan, dan K3 telah dipersiapkan dengan baik,” jelas Dody.

Setelah beroperasi, PLN akan melakukan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan agar pembangkit dapat bekerja secara optimal.

Dody menegaskan, pemeliharaan menjadi bagian penting untuk menjaga keandalan pembangkit sekaligus memastikan potensi energi matahari di Sebatik dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami akan memastikan pengelolaan dan pemeliharaan dilakukan secara konsisten agar potensi energi matahari di Sebatik dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Beroperasinya PLTS Sebatik menambah pemanfaatan energi terbarukan di Kalimantan Utara. Kehadiran pembangkit ini sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam mendorong transisi energi dan menghadirkan sumber listrik yang lebih bersih hingga wilayah terdepan Indonesia.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga terus diperluas ke wilayah perbatasan seperti Sebatik.

PLN berharap pemanfaatan potensi energi matahari di kawasan tersebut dapat mendukung terbentuknya ekosistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan dan masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.(Adv)

Dilihat 695 kali