Payload Logo
PPU

Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah (Dok: Katakaltim)

PPU Tawarkan 2 Proyek Investasi Senilai Ratusan Miliar di MIF 2026

Penulis: Gung | Editor: Afri
19 Oktober 2026

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan dua proyek unggulan untuk ditawarkan kepada investor dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026.

Kedua proyek tersebut bergerak di sektor perhotelan dan peternakan sapi terpadu yang dinilai memiliki peluang pengembangan seiring meningkatnya kebutuhan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Amrullah, mengatakan kedua proyek telah melalui proses seleksi setelah pemerintah daerah mengkaji lima potensi investasi.

Hasil kajian tersebut kemudian dipresentasikan kepada Bank Indonesia (BI) untuk menentukan proyek yang dinilai siap ditawarkan kepada calon investor.

“Dari lima potensi yang kami susun kajiannya, setelah dipresentasikan di hadapan Bank Indonesia, dua paket inilah yang dinilai paling siap (ready) untuk masuk katalog IPRO Kaltim dan ditawarkan secara resmi di Mahakam Investment Forum pekan depan,” ucap Amrullah, Senin (19/10/2026).

Dua proyek tersebut masuk dalam kategori Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni proyek investasi yang dipersiapkan untuk ditawarkan kepada investor.

Pemerintah daerah berharap penawaran ini dapat membuka peluang kerja sama sekaligus mendorong masuknya investasi ke PPU.

Proyek pertama berupa pengembangan industri peternakan sapi terpadu dengan nilai investasi sekitar Rp150 miliar.

Lokasinya berada di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, dengan memanfaatkan lahan milik perusahaan daerah (Perusda).

Pengembangan peternakan tersebut diarahkan untuk mendukung pasokan daging, baik bagi kebutuhan daerah maupun pasar nasional.

Keberadaannya juga diharapkan dapat menunjang kebutuhan pangan di kawasan sekitar IKN.

Sementara itu, proyek kedua menyasar sektor akomodasi perhotelan.

PPU menawarkan lahan milik Perusda di kawasan Coastal Road, tepatnya di samping Perumahan Korpri menuju Rumah Jabatan Bupati PPU.

Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pilihan pengembangan fasilitas penginapan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi di wilayah penyangga IKN.

Namun, nilai investasi untuk proyek perhotelan belum dirinci dalam keterangan yang disampaikan.

Amrullah menyebut kesiapan lahan dan kelengkapan dokumen menjadi aspek penting dalam menawarkan kedua proyek tersebut.

Menurutnya, kepastian status lahan diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi.

“Kuncinya ada pada kelengkapan dokumen dan kebersihan status lahan. Investor tidak perlu lagi khawatir dengan kendala sengketa lahan, karena seluruh lokasinya sudah siap pakai dan aman secara legalitas,” pungkasnya.

Melalui partisipasi dalam MIF 2026, Pemkab PPU berharap kedua proyek tersebut dapat menarik minat investor dan memperluas peluang pengembangan usaha di daerah.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan perizinan serta dokumen studi kelayakan sebagai bagian dari upaya mempermudah proses penjajakan investasi. (Adv)

Dilihat 701 kali