PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Saat ini, pemerintah daerah berfokus menyelesaikan persyaratan teknis lingkungan sebelum pembangunan fisik dimulai.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie, mengatakan rencana pembangunan sekolah berasrama tersebut masih dalam tahap pembahasan dokumen lingkungan bersama tim teknis terkait.
Penyelesaian tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan proyek sebelum memasuki tahap konstruksi.
“Progres rencana pembangunan Sekolah Rakyat saat ini sedang dalam pembahasan AMDAL oleh tim teknis,” ujar Ainie, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, setelah pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) selesai, proses akan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Tinggal dokumen teknisnya saja seperti AMDAL. Untuk UKL-UPL juga akan berlanjut setelah pembahasan AMDAL selesai,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan lahan, Pemkab PPU telah menyiapkan area seluas 6,7 hektare di RT 6, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
Lokasi tersebut disiapkan sebagai tempat pembangunan fasilitas pendidikan yang dirancang menggunakan sistem asrama atau boarding school.
Sementara itu, pembiayaan pembangunan hingga operasional sekolah direncanakan ditanggung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski demikian, jadwal pasti dimulainya pembangunan fisik masih menunggu arahan resmi dari Kemensos.
Pemerintah daerah terus mempersiapkan tahapan yang menjadi kewenangannya agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana.
Ainie mengatakan, pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
“Setelah pembangunan selesai, kami menargetkan tahun depan sudah bisa melakukan penerimaan siswa baru,” tutupnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat di PPU diharapkan memperluas kesempatan belajar bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Namun, realisasi target penerimaan siswa tahun depan tetap bergantung pada penyelesaian persyaratan teknis, jadwal pembangunan, dan kesiapan fasilitas sekolah. (Adv)















