Payload Logo
PHM

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan onstream di Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam (Dok: PHM)

PT Pertamina Hulu Mahakam Onstream-kan Platform Kedua Proyek Sisi Nubi AOI

Penulis: Han | Editor: Agung
2 Maret 2026

KALTIM – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dengan berhasil melakukan onstream Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada 23 Februari 2026.

Kegiatan onstream tersebut mencakup produksi perdana dua sumur baru, pengujian fasilitas produksi di dalam Platform WPS-5, serta pengujian jaringan pipa. Keberhasilan ini menyusul onstream Platform WPS-4 yang telah lebih dulu beroperasi pada 4 Desember 2025.

Total produksi well head gas dari kedua platform kini mencapai sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Dukung Keberlanjutan Produksi Migas

Proyek SNB AOI merupakan bagian dari strategi pengembangan lapangan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pasokan gas nasional.

Dua sumur yang telah beroperasi yakni Sumur SS-505 pada 21 Februari 2026 dan Sumur SS-504 pada 23 Februari 2026 menjadi tonggak penting pengembangan area tersebut.

Dari total rencana enam platform dalam Proyek SNB AOI 1-3-5, dua platform telah berhasil onstream.

Saat ini satu platform tengah dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua platform lainnya berada dalam tahap pengeboran (drilling).

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan keberhasilan onstream dua sumur di Platform WPS-5 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Mahakam.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat PHM untuk mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ucapnya.

Optimalisasi Produksi dan Inovasi Teknologi

Menurut Setyo, Proyek SNB AOI merupakan wujud investasi berkelanjutan dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan energi Indonesia.

Dengan pelaksanaan proyek yang berjalan sesuai rencana, penyelesaian enam platform secara keseluruhan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal.

PHM juga menegaskan penerapan inovasi dan teknologi sejalan dengan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha serta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina.

Langkah strategis tersebut diyakini mampu mempertahankan tingkat produksi sekaligus menahan laju penurunan alamiah lapangan migas yang telah mature di Kalimantan.

Detail Produksi Sumur

Produksi perdana Sumur SS-505 mulai mengalir bertahap setelah tahap clean-up pada 21–22 Februari 2026 dengan capaian 12 mmscfd.

Proses clean-up menggunakan sand filter untuk memastikan keandalan fasilitas produksi.

Setelah ramp down dilakukan pada 23 Februari 2026 guna mengevaluasi respons reservoir, sistem alir dikembalikan ke konfigurasi operasi standar.

Sumur SS-505 kemudian dibuka kembali dengan target produksi lebih terkontrol di kisaran 10–11 mmscfd.

Sementara itu, produksi perdana Sumur SS-504 dimulai dengan tahap clean-up pada 23–24 Februari 2026.

Pembukaan sumur dilakukan secara bertahap melalui sand filter unit guna menjaga kebersihan aliran dan integritas fasilitas. Pada tahap akhir clean-up, Sumur SS-504 resmi mencapai laju gas 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64.

Sebagai anak perusahaan PHI, PHM mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta bekerja sama dengan SKK Migas. (Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025