KUTIM — Di balik lebatnya bentang alam Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tersimpan mahakarya purba yang jadi saksi perjalanan sejarah bumi jutaan tahun silam.
Goa Mengkuris, yang terletak di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, berdiri megah sebagai salah satu geosite esensial di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Keindahan goa ini bukan saja pemandangan biasa. Begitu menjejakkan kaki ke dalam kawasan karst purba tersebut, pengunjung disuguhi ornamen alami berupa stalaktit dan stalagmit, yang terbentuk secara alami melalui proses geologi panjang.
Bentukan batuan kapur yang eksotis berpadu dengan ekosistem khas karst, menciptakan lanskap alam yang memukau sekaligus kaya akan nilai ilmu pengetahuan.
Lebih dari sekadar destinasi wisata alam, Goa Mengkuris memegang peran strategis dalam peta pariwisata regional.
Lokasi ini belum lama ini menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kegiatan uji coba jalur verifikasi lapangan untuk pengusulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Keberadaannya memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai warisan alam Indonesia yang bernilai tinggi untuk konservasi, edukasi, dan penelitian ilmiah.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Goa Mengkuris harus diimbangi dengan komitmen kuat dalam hal pelestarian.
la mengajak seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keaslian lingkungan di kawasan geopark tersebut.
"Keberhasilan pengembangan geopark tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kepedulian seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan," ucap Mahriadi dalam siaran persnya, Jumat 24 Juli 2026.
la berharap, lewat semangat kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat segera meraih pengakuan resmi sebagai Geopark Nasional.
"Dengan begitu, destinasi wisata unggulan ini tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata daerah, tetapi juga tetap terjaga kelestariannya untuk dinikmati oleh generasi mendatang," tutupnya. (Caca)










