KUTIM — Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara simbolis meresmikan hadirnya listrik 24 jam di Kampung Bukit Batu Bara, Kilometer 26, Desa Pengadan, Kecamatan Karangan, Jumat (30/8/2024).
Ini merupakan langkah maju yang dilakukan Pemkab Kutim dan PT PLN dalam upaya menyediakan akses infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Baca Juga: 1 Dekade SMKN 2 Sangatta Utara, Kepsek Sebutkan Beragam Prestasi Membanggakan
Bupati Ardiansyah dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa syukur dan optimisme dengan adanya listrik 24 jam di Desa Pengadan.
Baca Juga: Bupati Kutim Sampaikan Pesan Menteri Pendidikan dalam Peringatan HGN 2024
Menurutnya, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, tapi jadi pemicu semangat pembangunan bagi warga setempat.
Dengan adanya listrik (PLN 24 jam) ini, Bupati yakin anak-anak sekolah akan lebih giat belajar. Karena kini mereka bisa belajar dengan nyaman di malam hari. Guru-guru juga, kata dia, akan lebih mudah menyiapkan bahan ajar.
“Selain itu, sektor UMKM di desa ini juga akan semakin berkembang dengan munculnya berbagai usaha baru, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.
Dia juga menyinggung pentingnya keamanan penggunaan listrik. Ia mengingatkan agar berhati-hati menggunakan peralatan listrik supaya terhindar dari potensi bahaya, terutama kebakaran akibat korsleting listrik.
Mengingat, sambung Bupati, beberapa waktu lalu warga dikejutkan dengan kebakaran besar di Pasar Sangkulirang yang akibat arus pendek listrik.
“Karena itu, mari kita semua lebih berhati-hati. Pastikan kabel yang digunakan berkualitas standar dan aman. Jangan lupa untuk merawat dan menjaga fasilitas listrik yang telah kita miliki," pesannya.
Diketahui, ada tiga dusun di Desa Pengadan yang kini sudah menikmati listrik 24 jam, namun masih ada satu dusun yang belum teraliri listrik.
Bupati pun berjanji bakal segera berkoordinasi pihak PLN memastikan seluruh dusun di desa tersebut mendapat akses listrik dalam waktu dekat.
Ia juga mengungkapkan masih ada 22 desa lain di Kutim yang belum teraliri listrik, dan berharap agar tahun depan seluruh desa tersebut sudah punya akses listrik yang memadai.
"Terima kasih kepada PLN atas kerja samanya, dan kepada masyarakat Desa Pengadan, saya ucapkan selamat menikmati listrik 24 jam. Mari kita jaga dan manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk kemajuan bersama," tukasnya.
Sementara, Manajer PLN ULP Sangatta Robertus Richard Laksana Lamania, menjelaskan listrik di Desa Pengadan ini disalurkan melalui dua trafo PLN berkekuatan 200 KVA.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara PLN dan Pemkab Kutim dalam mewujudkan desa-desa berlistrik di wilayah tersebut.
"Listrik di Desa Pengadan ini adalah bukti nyata dari upaya bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saya berharap listrik ini dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh warga," harapnya.
Lebih lanjut dia meminta warga turut serta menjaga jaringan listrik di desa mereka, termasuk melaporkan jika ada masalah agar bisa ditangani segera oleh tim PLN sesuai prosedur..
Jangan sampai ada pohon atau benda lain yang mengganggu jaringan listrik. Karena hal tersebut bisa berbahaya.
"Jika ada masalah, segera laporkan kepada kami agar tim PLN bisa menanganinya dengan cepat," ucapnya.
Turut hadir dalam peresmian Sekretaris Desa Pengadan Sudarmandullah, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten (SDA Setkab) Kutim Arief Nur Wahyuni, serta perwakilan PT GAM dan Indexim. (*)