JAKARTA — Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tampak mengeluh atas lambatnya dana transfer ke daerah (TKD).
Rudy Mas’ud mengatakan seharusnya di bulan 6 ini secara ideal TKD sudah disalurkan sebanyak 45 hingga 50 persen.
Pernyataan itu Rudy Mas’ud sampaikan dalam rapat bersama DPR RI dan Kemendagri berkaitan dengan masalah PPPK dan honorer pada Senin 8 Juni 2026 di Jakarta.
“Dana transfer kami hari ini kurang lebih sekitar 30 persen. Padahal ini sudah masuk bulan 6. Harusnya yang paling ideal adalah sekitar 45-50 persen,” ucap Gubernur Kaltim.
Menurut dia, keterlambatan dana transfer ini berdampak pada sejumlah kegiatan pemerintah dan tentu saja mengalami kendala-kendala.
Ketua Gubernur se-Indonesia itu mengatakan bahwa di tahun sebelumnya Kaltim mendapat TKD sebanyak Rp78,04 triliun. Namun tahun ini hanya sekitar Rp53,83 triliun.
“Ini untuk provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur,” ucap Gubernur.
Politisi Golkar itu menambahkan tahun ini dana ke Kaltim dipangkas sekitar 30 persen. Untuk itu dia menyampaikan catatan penting kepada pemerintah pusat agar transfer TKD tidak terlambat.
Jangan sampai kegiatan-kegiatan pemerintah Kaltim terganggu. Sementara pemerintah daerah diwajibkan untuk berkolaborasi dan berakselerasi.
“Sementara kami kepala daerah diwajibkan untuk berakselerasi di dalam membelanjakan dana-dana APBD untuk tidak tertinggal di dalam kas daerah,” tandasnya. (Agung)














