Payload Logo
Bandara

Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin saat diwawancarai di Balikpapan (dok: Han/katakaltim)

Rute Penerbangan Baru Dibuka, Otoritas Bandara Optimistis Pariwisata Kaltim Mendunia

Penulis: Han | Editor: Agu
6 Januari 2026

BALIKPAPAN — Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VII Balikpapan mendorong penguatan konektivitas udara.

Katanya sebagai langkah strategis mengangkat potensi pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) ke tingkat nasional hingga internasional.

Sejumlah rute penerbangan baru dijadwalkan mulai beroperasi di awal 2026.

Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menilai Kaltim punya kekayaan destinasi wisata yang belum tergarap optimal.

Ia mengibaratkan potensi tersebut seperti mutiara yang masih tertutup. Perlu pengelolaan serta promosi yang tepat.

“Kalimantan Timur itu destinasi wisatanya seperti mutiara dalam lumpur. Tinggal bagaimana mutiara itu kita angkat, kita bersihkan, dan kita kemas. Kalau itu dilakukan, dampaknya akan sangat besar bagi daerah,” ucapnya kepada awak media, Senin 5 Januari 2026.

Rute Baru

Menurut Ferdinan, objek wisata di Kaltim tidak kalah menarik ketimbang daerah lain di Indonesia.

Kawasan Kepulauan Maratua dan destinasi wisata di Kabupaten Berau disebut sebagai contoh potensi unggulan. Dan perlu ditopang akses transportasi udara yang memadai.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Otban Wilayah VII memastikan akan luncurkan penerbangan perdana rute Berau–Maratua dan Maratua–Berau pada 16 Januari 2026.

“Ini momentum penting membuka akses dan mendorong pertumbuhan wisata Kaltim,” kata Ferdinan.

Rute tersebut akan dilayani menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.

Dinilai sesuai untuk karakteristik bandara dan kebutuhan konektivitas antar wilayah.

Peningkatan Frekuensi Penerbangan

Selain rute baru, peningkatan frekuensi penerbangan juga tengah disiapkan sejumlah maskapai.

Lion Air Group melalui Super Air Jet rencana menambah frekuensi penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dari dua kali menjadi tiga kali per hari.

Sementara itu, maskapai Citilink yang sebelumnya mengoperasikan pesawat ATR di beberapa rute, direncanakan beralih menggunakan pesawat berbadan sedang tipe Airbus, sehingga kapasitas angkut penumpang akan meningkat.

“Ini menjadi sinyal positif. Artinya, kepercayaan maskapai terhadap potensi pergerakan penumpang di Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur semakin besar,” ujar Ferdinan.

Di wilayah kerja Otban VII, pengembangan konektivitas udara juga menyasar daerah penyangga.

Beberapa rute yang sedang dipersiapkan antara lain Berau–Tarakan yang akan dilayani Wings Air, serta rencana reaktivasi rute Balikpapan–Tanjung Selor.

“Ke depan akan ada Balikpapan–Tanjung Selor, Berau–Maratua, Berau–Tarakan, dan rute-rute lainnya. Kami dorong agar pergerakan penumpang dan kargo kembali bergairah seperti pada 2019,” ungkap Ferdinan. (Han)