Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar Billy Mambrasar (kiri); Kapusdiktan Kementan Dr. Idha Widi Arsanti (jilbab kuning) dan Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik saat meninjau pelaksanaan program Petani Milenial Kalimantan Timur di UPTD Balai Benih Induk, Kutai Kertanegara (dok:ist)

Stafsus Presiden Billy Mambrasar Rancang Kerangka Ketahanan Pangan di IKN Bersama PJ Gubernur

Penulis : Cca
23 March 2024
Font +
Font -

Kaltim -- Pemerintah mendesain peningkatan kapasitas para petani muda dalam rangka memastikan ketahanan pangan di Indonesia, terkhusus Ibukota Nusantara (IKN).

Peluncuran program yang dikenal dengan Petani Milenial ini, dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar Billy Mambrasar dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti, bersama Pj. Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, Jumat (22/3/2024) Kemarin.

Ida Arsanti menyebut Program ini didesain agar menjadi motor regenerasi petani di Indonesia. “Empat tahun lalu, saat penandatanganan MOU kerja sama antara Staf Khusus Presiden RI bersama Kementerian Pertanian, kami menargetkan 100.000 anak muda untuk dilatih di sektor agrikultur. Kita sama-sama bersyukur bahwa program ini tercatat melalui Pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, Hibah YESS, PWMP, dan Duta Petani Milenial."

Baca Juga: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat berada di Pesta Adat Lom Plai Wehea Kutai Timur (dok: Katakaltim)Pesta Adat Lom Plai Wehea Berpotensi Angkat Nama Kutim ke Kancah Dunia

"Program ini tercatat telah memberikan manfaat bagi lebih dari 500 ribu orang, baik melalui anggaran negara maupun hibah internasional. Bukan hanya itu saja, alhamdulillah, sebagian dari mereka juga telah menerima akses KUR dengan total Rp6 triliun," kata Idha Widi Arsanti, yang menjadi Direktur Utama pelaksana program YESS Petani Milenial ini.

Santi, sapaannya, juga menyampaikan bahwa pemerintah harus sigap menjawab tantangan regenerasi petani hari-hari ini. Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan.

Alhamdulillah, terima kasih kepada Billy sebagai salah satu orang yang mencurahkan perhatian untuk Petani Milenial selama beberapa tahun terakhir,” ucap Santi.

Program Petani Milenial merupakan program kolaborasi Stafsus Presiden RI Billy Mambrasar dan Kementerian Pertanian di bawah Kapusdiktan, Kementan, yang telah berjalan selama empat tahun. Program itu berada di bawah naungan nota kesepahaman (MOU) antara Yayasan Kitong Bisa dan Kementerian Pertanian.

Sebelumnya, Pusdiktan bersama Billy juga telah rapat terbatas di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rapat membahas strategi peningkatan ketahanan pangan, khususnya di Ibukota Nusantara (IKN) yang baru lewat penyiapan SDM Muda di bidang pertanian di Kaltim.

"Adapun peluncuran Program Petani Milenial di IKN ini adalah Ide dari Pj. Gubernur Kalimatan Timur, Akmal Malik, yang berharap agar ekosistem pertanian untuk menyokong giat pembangunan IKN ini siap dari sekarang," ujar Billy.

Menurut Billy, Presiden Jokowi mendukung program penyiapan SDM Muda Indonesia di sektor

pertanian, dan memberikan perintah kepada berbagai pihak agar dapat ikut mendukung penyiapan petani-petani muda lewat program petani milenial ini di seluruh Indonesia.

Selain itu bersama Kementan, program juga berhasil mendata petani muda di berbagai provinsi di Indonesia, menggandeng sektor privat maupun BUMN untuk mengambil bagian dalam pemberdayaan anak muda di bidang pertanian.

"Selain pihak privat dan BUMN, kami juga mengelola hibah internasional melalui Yayasan Kitong Bisa untuk menyasar anak muda di derah terluar di Indonesia. Jadi, kami memberikan pelatihan bagi teman-teman yang memang sudah berfokus di bidang tani, maupun memperkenalkan keterampilan Bertani pada anak muda yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan maupun latar belakang pertanian,” tuturnya.

(dok: ist)

(dok: ist)

Terkait hal itu, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, menyampaikan perlu adanya

terobosan pertanian untuk menarik minat anak muda. Untuk menarik minat anak muda bertani, diperlukan pertanian modern, dengan pemanfaatan tekonologi canggih, yang sesuai dengan zaman.

"Saya menyambut baik kehadiran Kaka Billy dan rekan-rekan dari Kementerian Pertanian yang secara aktif mengajak Kaltim untuk berkolaborasi. Kaka Billy tahu, saya pribadi memang memiliki konsentrasi di bidang pertanian, saya belajar sampai ke Korea untuk memahami teknologi mereka. Insya Allah kolaborasi ini akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi generasi muda di Kaltim, IKN dan terus bergerak hingga dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia,” tambahnya. (*)

Font +
Font -