ACEH — Kota Banda Aceh akan mengembangkan bisnis minyak wangi. Rencananya menggandeng Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Ibu kota Provinsi Aceh itu telah membulatkan tekad menjadi Kota Wangi. Andalan mereka adalah parfum atau minyak wangi berbahan utama nilam.
Ke depan, Kota Banda Aceh akan terus memperluas jangkauan mereka ke pasar dunia.
Dengan memadukan nilam dan gaharu yang diperkirakan masih banyak tersedia di Kaltim.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, mengaku amat bersyukur atas kehadiran Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Dia mengaku, memang dalam beberapa waktu pihaknya sudah membicarakan kerja sama dengan pemerintah Kaltim.
"Kita sudah berkomunikasi sejak awal untuk berkolaborasi antara Banda Aceh dengan Kalimantan Timur," katanya, Sabtu 3 Januari 2025.
Wali Kota Illiza, mengatakan Aceh memiliki komoditas nilam yang bagus dengan kualitas terbaik di dunia.
Potensi tersebut sangat baik jika dilanjutkan dengan hilirisasi parfum.
Kaltim dan Banda Aceh pun telah menandatangani kesepakatan saat soft launching Banda Aceh menjadi Kota Parfum, beberapa waktu lalu dan akan ditindaklanjuti.
"Kami sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian Ekraf, kerja sama universitas, ILO dan penjajagan dengan Grass, sebuah kota parfum pertama di Prancis," beber Wali Kota Illiza.
Sedangkan Kaltim sangat dikenal dengan gaharunya. Dia yakin, perpaduan antara bahan nilam dari Aceh dan gaharu dari Kaltim akan melahirkan keunggulan dan ciri khas tersendiri bagi Indonesia.
“Kerja sama ini saya yakin akan sangat baik. Apalagi, Pak Gubernur kan dikenal dengan nama Harum, Haji Rudy Mas'ud. Jadi pas ini kalau bergabung, Kota Wangi dengan Kota Harum," canda Wali Kota Illiza.
Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud (Harum) sangat menyambut baik inisiatif kolaborasi bisnis tersebut.
"Ini akan menjadi parfum legend di dunia yang menggabungkan nilam dan gaharu," yakin Gubernur Harum.
Terlebih potensi gaharu di Kaltim masih sangat besar. Potensi gaharu itu masih tersebar di hutan-hutan Kaltim, seperti di Berau, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser.
Kata Gubernur Harum, kerja sama ini akan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kaltim.
Ketua Umum Gubernur se-Indonesia itu pun mengajak masyarakat Indonesia selanjutnya menggunakan produk parfum khas perpaduan nilam-gaharu kolaborasi Aceh dan Kaltim. (Agu)










