Dibaca
39
kali
Jaringan gas rumah tangga di Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. (aset: agu/katakaltim.com)

Bontang Utara Ajukan 5.062 Sambungan Baru Jargas untuk Tahun 2025

Penulis : Admin
25 November 2024
Font +
Font -

BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mengajukan sebanyak 11.214 sambungan jaringan gas (jargas) untuk tahun 2025. 5.062 di antaranya berasal dari Bontang Utara.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Bontang Utara, Rully Adi Putra, menjelaskan saat ini jumlah pemohon yang telah terdaftar masih dalam tahap verifikasi.

“Untuk jumlah pemohon di Bontang Utara sebanyak 5.062 rumah tangga. Namun, berapa yang akan disetujui nantinya tergantung hasil verifikasi oleh Kementerian ESDM,” ujar Rully saat ditemui di ruangnnya, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Bontang Utara Rully Adi Putra. (aset: yub/katakaltim.com)5062 KK di Bontang Utara Tunggu Verifikasi Kelayakan Penerima Jargas Rumah Tangga

Rully mengungkapkan beberapa sambungan gas yang sebelumnya terpasang belum dimanfaatkan maksimal. Hal ini terjadi pada rumah-rumah yang jarang dihuni pemiliknya.

Baca Juga: Kota Bontang (aset: majalah gpriority)Selain Kota Kambing, Bontang Juga Ingin Dikenal Sebagai Kota Jargas

“Misalnya, ada warga yang sudah pensiun dan sering bolak-balik Bontang-Bandung, sehingga sambungan gas di rumahnya tidak digunakan. Kondisi ini menjadi tantangan untuk memastikan sambungan baru benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Program ini memprioritaskan rumah pribadi, bukan rumah kontrakan, sebagai penerima manfaat. Namun, beberapa wilayah di Bontang Utara tidak bisa mendapatkan sambungan jaringan gas karena faktor teknis.

“Untuk daerah pesisir, seperti Bontang Kuala, pemasangan pipa gas tidak memungkinkan. Sambungan pipa harus ditanam di tanah, sedangkan kawasan itu sebagian besar berupa perairan,” tambah Rully.

Verifikasi data penerima manfaat dilakukan oleh tim dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Pemkot Bontang bekerja sama dengan Lembaga Teknologi Universitas Indonesia (Lemtek UI).

Proses itu melibatkan pengecekan data dan survei lapangan untuk memastikan kelayakan rumah tangga yang telah mengajukan permohonan.

"Tim Lemtek UI yang ditunjuk Kementerian ESDM akan menyelesaikan verifikasi hingga Desember 2024. Hasil akhirnya akan menentukan jumlah sambungan gas yang disetujui untuk wilayah Bontang Utara," jelas Rully.

Hingga saat ini, Bontang telah memiliki 18.446 sambungan gas terpasang dari total 53.500 kuota yang tersedia secara nasional, sehingga masih tersisa 35.064 sambungan regulasi.

Bontang termasuk salah satu dari 15 daerah yang menjalani tahap Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design for Constructions (DEDC) untuk jaringan gas. (Adv)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >