PENAJAM — Kondisi fasilitas pelabuhan speedboat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menjadi perhatian Dinas Perhubungan.
Sejumlah bagian dermaga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk tiang yang mulai keropos, sehingga membutuhkan penanganan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa penyeberangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan pemerintah provinsi telah menginformasikan adanya anggaran sekitar Rp400 juta pada 2026 untuk perbaikan fasilitas pelabuhan tersebut.
Menurut Agus, anggaran itu direncanakan digunakan untuk menangani beberapa bagian yang membutuhkan perbaikan, termasuk pelampung di sisi kanan dan kiri serta bagian depan dermaga.
Perbaikan juga mencakup tiang-tiang yang kondisinya mulai mengalami kerusakan, terlebih bagian tiang tersebut bahkan ada yang hanya setengah dan menggantung, tidak sampai ke dasar.
“Alhamdulillah, anggaran tahun ini diinformasikan ada Rp400 juta untuk perbaikan di pelabuhan, termasuk pelampung kanan kiri dan di depan itu,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi dermaga yang mengalami kerusakan tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.
Sebab, fasilitas tersebut digunakan dalam aktivitas pelayanan penumpang sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama.
“Kalau tidak, itu bisa berakibat fatal buat keselamatan para penumpang,” katanya.
Dishub PPU sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah provinsi untuk menyampaikan laporan mengenai kondisi pelabuhan.
Agus mengapresiasi respons yang diberikan setelah pihaknya menyampaikan kebutuhan penanganan tersebut.
Meski demikian, alokasi Rp400 juta itu lebih diarahkan untuk perbaikan bagian-bagian yang membutuhkan penanganan.
Agus berharap dukungan anggaran tersebut dapat membantu mengurangi risiko yang timbul akibat kerusakan fasilitas.
Ia juga menilai kebutuhan pelabuhan tidak berhenti pada perbaikan terbatas.
Dalam jangka panjang, diperlukan penataan yang lebih menyeluruh agar fasilitas kepelabuhanan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Semoga sih ya, adanya perbaikan yang dilakukan pada tahun ini dapat menjadi langkah awal sebelum pembangunan yang lebih komprehensif direalisasikan,” tuturnya.
Menurut Agus, pemerintah kabupaten sebelumnya telah menyampaikan rencana pengembangan pelabuhan kepada pemerintah provinsi.
Rencana tersebut mencakup pembenahan fasilitas secara lebih luas, tetapi membutuhkan perencanaan dan pembiayaan tersendiri.
“Kami berharap ke depan bisa dilakukan renovasi secara total dan menyeluruh,” jelasnya.
Agus menambahkan, kepastian pelaksanaan pekerjaan tetap bergantung pada proses anggaran dan tindak lanjut pemerintah provinsi sebagai pihak yang menangani pembangunan tersebut.
“Kita berharap dengan adanya perbaikan, kondisi dermaga menjadi lebih layak digunakan dan keselamatan penumpang dapat lebih terjamin,” tutupnya. (Adv)











