KUTIM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur (Kutim) bersama sejumlah organisasi kesehatan menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Jumat 25 September 2026.
Ketua IDI Kutai Timur dr. Fathurrahman mengatakan, kemampuan memberikan pertolongan pertama penting dimiliki masyarakat, termasuk pelajar.
Menurutnya, keinginan menolong dalam kondisi darurat perlu disertai pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
“Keinginan untuk menolong adalah modal pertama, tetapi niat baik saja tidak cukup. Kita perlu ilmu dan keterampilan,” ujarnya.
Dalam pelatihan itu, siswa dikenalkan dengan kondisi henti jantung, langkah awal pertolongan, hingga prinsip resusitasi jantung paru (RJP). Sejumlah materi itu disampaikan dr. Farid Hidayat, Sp.JP.
Setelah pemaparan materi, siswa mengikuti demonstrasi dan praktik BHD yang dipandu dr. Elok Nurlisa Artiko, Sp.JP menggunakan manekin.
Selain pelatihan, kegiatan juga diisi pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan tekanan darah bagi guru serta tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Sangatta.
Fathurrahman menyebut kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara IDI dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada pelajar.
Isu yang dapat dikembangkan, kata dia, tidak hanya terkait pertolongan pertama, tetapi juga kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, pencegahan perundungan, hingga edukasi kesehatan mental.
“Dari sekolah, kita tidak hanya membentuk generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat, peduli, dan siap menolong sesama,” katanya.
Diketahui, kegiatan ini turut melibatkan PERKI Cabang Samarinda, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Timur, serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kutai Timur. (Cca)











