SAMARINDA — Isu “perang dingin” antara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji semakin menguat.
Isu itu seiring waktu diproduksi. Dibicarakan di berbagai warung kopi. Menggelinding kemana-mana.
Bahkan ada yang meyakini tak lama lagi “keretakan politis” terjadi antara dua kubu besar itu: Golkar versus Gerindra.
Paling ribut lagi soal isu yang berkembang, bahwa Seno Aji menjadi “otak” di balik aksi demonstrasi di Benua Etam dan berbagai macam gejolak politik selama Rudy Mas’ud menjabat.
Tapi tidak mau sampai isu ini mengendap di masyarakat, Seno Aji pun angkat bicara. Dia bilang semua tudingan tersebut tidak berdasar, dan merupakan informasi menyesatkan.
Pernyataan itu Seno Aji tegaskan saat ia hadir dalam agenda Musyawarah Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim di Aula Dispora Kaltim, pada Rabu 3 Juni 2026.
Politisi Gerindra itu menepis semua tudingan. Dia bahkan menerangkan komitmennya tetap bekerja sama dengan Rudy Mas’ud hingga masa jabatan berakhir.
"Saya dan Pak Rudy Mas’ud tentu akan selalu mendukung kegiatan dan prestasi olahraga di Kalimantan Timur. Walaupun saat ini ada tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar,” tuturnya.
Mantan Wakil Rakyat Kaltim itu juga lebih jauh menepis anggapan adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan Rudy Mas’ud.
“Ada yang mengatakan bahwa saya adalah dalang. Ini sangat-sangat keliru. Saya bersepakat dengan Gubernur bahwa kami akan terus bersama-sama sampai akhir periode ke depan," tegas Seno.
Lebih jauh lagi Seno Aji meminta agar berbagai isu yang berkembang perlu ditanggapi secara bijak.
Ia menyayangkan masih ada narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan berpotensi memicu kesalahpahaman.
"Pilah lah berita yang benar. Jangan mudah percaya pada berita hoaks atau informasi yang tidak berdasar," pintanya.
Seno juga membeberkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Rudy untuk terus berkoordinasi dalam urusan pemerintahan.
Hasil komunikasi tersebut, kata dia, semakin memperkuat komitmen keduanya dalam menjalankan pemerintahan.
Bahkan dengan lugas, Seno lagi-lagi menampik kecurigaan publik terhadap dirinya sebagai aktor di balik tensi politik Kaltim yang memanas dan memilih fokus menjalankan roda pemerintahan.
Ia menegaskan, fokus utama Pemprov Kaltim saat ini adalah memastikan program pembangunan serta pelayanan publik berjalan optimal.
"Saya fokus bekerja untuk masyarakat Kalimantan Timur. Tugas kami saat ini adalah memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Dalang di Balik Aksi?
Sebelumnya, banyak pihak menarasikan para demonstran, utamanya koordinator aliansi, sudah ketemu Seno Aji.
Ada foto yang beredar luas di media sosial. Foto itu dipoles menjadi video. Di mana Seno Aji dan beberapa person yang terlibat dalam aksi unjuk rasa, duduk bersama Seno.
Menanggapi itu Seno Aji mengatakan pertemuan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan aksi unjuk rasa.
Bahkan, Seno Aji bilang foto tersebut adalah pertemuan dia bersama beberapa pihak berkaitan dengan Rumah Sakit Islam. Dan itu foto yang sudah lama.
“Astaga, itu foto lama saat kami baru menjabat kurang lebih enam atau tujuh bulan yang lalu, pak Barkati meminta waktu audiensi terkait rumah sakit Islam,” beber Seno Aji saat dihubungi katakaltim, Senin 25 Mei 2026.
Pertemuan di Rumah Jabatan (Rujab) itu berlangsung hangat, kata Seno Aji. Dan disarankan di tempat itu. Karena di kantor sangat sibuk.
“Saya tidak kenal satu persatu kecuali pak Mugeni sebagai penggerak pramuka,” tuturnya.
Kemudian, masih kata Seno Aji, saat itu mereka menyampaikan permasalahan rumah sakit Islam. Pertemuan berlangsung kurang lebih setengah jam. Dan kemudian mereka pamit pulang.
“Mereka pamit dan saya sampaikan bahwa pertemuan ini saya laporkan kepada pak Gubernur. Dan besoknya saya sampaikan agenda pertemuan tersebut ke pak Gubernur,” tandasnya.
Lebih jauh Seno Aji menegaskan lagi bahwa tudingan dirinya jadi dalang aksi demo jelas-jelas tidak berdasar. Sebab dia dan Rudy Mas’ud baru saja menjabat.
“Untuk apa saya jadi dalang yang menyerang pemerintah. Apalagi kami baru setahun bekerja,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu politisi Gerindra Kaltim Akhmed Reza Pahlevi menepis tudingan dan isu tersebut.
Anggota DPRD Kaltim itu menilai keriuhan publik di media sosial yang menyeret nama Seno Aji merupakan opini tak mendasar.
Reza menghimbau publik tak menciptakan narasi konfrontasi kubu politik antara Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dengan Wakil Gubernur, Seno Aji. Alias Gerindra versus Golkar.
“Kami harap tak ada opini versus to versus lah ke mereka berdua,” ucap Reza kepada awak media usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kaltim, Senin 25 Mei 2026.
Dia juga mengaku Seno Aji dan Rudy Mas’ud sampai saat ini sangat harmonis dan “Tetap bergandengan tangan,” bebernya. (Deni)














