KUBAR — Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud meninjau hasil rekonstruksi jalan poros Asa—Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (4/6/2026) lalu.
Rekonstruksi jalan tersebut sepanjang 2,032 kilometer dengan lebar 5 meter. Tebal 20 cm dengan perkerasan kaku (rigid beton).
Sumber anggarannya dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim tahun 2025 sebesar Rp6,8 miliar.
Dalam kesempatan itu Rudy Mas’ud bertanya langsung ke warga untuk mengetahui bagaimana respons mereka terhadap pembangunan ini.
"Kalau ibu-ibu melahirkan sekarang di rumah saja atau ke rumah sakit Pak?,” tanya Rudy.
Salah satu warga merespons positif. “Karena jalannya sudah bagus, melahirkan sekarang ke rumah sakit Pak," jawab Imansyah.
Sebelum jalan tersebut direkonstruksi pemerintah Kaltim, warga sulit sekali ke rumah sakit, terlebih lagi untuk melahirkan.
Karena akses jalannya dibenahi, masyarakat yang ingin melahirkan lebih memilih di rumah sakit ketimbang di rumah.
Dampak Ekonomi
Selain dampak positif di sektor kesehatan, rekonstruksi jalan ini menurut Rudy akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga.
Politisi Golkar itu melihat potensi besar pada sektor pertanian di Kecamatan Barong Tongkok.
Pun mayoritas masyarakatnya petani karet, Rudy berpendapat komoditas kopi dan kakao juga sangat potensial.
Sebab kontur geografis di wilayah yang termasuk dataran tinggi, sangat cocok untuk kedua komoditas tersebut.
Sedangkan nilai ekonomis kakao dan kopi cukup tinggi di pasar global ataupun merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan di dalam negeri.
Rudy berharap agar kondisi keuangan daerah ke depannya bisa terus membaik. Sehingga lebih banyak jalan bisa direkonstruksi menjadi lebih baik dan bermanfaat membantu mengangkat perekonomian masyarakat.
“Insyaallah semoga kondisi keuangan kita ke depan bisa membaik,” tandasnya. (wira)














