KUBAR — Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Adrianus, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) siaga melayani masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap tebal akibat karhutla.
Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kubar perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama dalam mengantisipasi risiko gangguan kesehatan masyarakat.
“Dinkes harus siaga, karena kondisi kabut asap semakin tebal,” ungkap Adrianus dikonfirmasi Katakaltim di Barong Tongkok, Sabtu 24 Oktober 2026.
Adrianus meminta Dinkes memastikan kesiapan pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapat penanganan medis.
“Kabut asap berpotensi membuat mata perih atau gangguan pernapasan. Jadi pemerintah harus mempersiapkan diri, apa layanan yang diberikan kepada masyarakat,” terangnya.
Dia meminta Dinkes Kubar menyiapkan program penanganan dampak kabut asap.
Langkah itu diperlukan agar Dinkes siap melayani jika jumlah warga yang terdampak bertambah.
“Jangan sampai jumlah yang terdampak bertambah, sementara pelayanan kesehatan belum siap,” paparnya.
Adrianus mengatakan, baru-baru ini Bupati Kubar meminta bantuan pemerintah pusat untuk menangani karhutla.
Sebab, peralatan pemadam milik Pemda belum mampu menjangkau seluruh titik kebakaran, terutama yang berada di dalam hutan.
Keterbatasan itu membuat penanganan kebakaran terkendala.
Karena itu, bantuan pemerintah pusat diharapkan dapat mendukung upaya pemadaman di lokasi yang sulit diakses.
Adrianus menghimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asal masih tebal.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diingatkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. (Jantro)










