BONTANG — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bontang tetapkan 3 orang yang diduga jadi koruptor pelaksanaan Bimbingan teknis (Bimtek), Selasa 27 Januari 2026.
Ketiganya diduga terlibat mark up dan penyimpangan biaya perjalanan dinas dalam agenda Bimtek Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang.
“Ini tahun anggaran 2024-2025,” ucap Kepala Kejari Bontang melalui Kepala Seksi Intelijen, Vickariaz Tabriah saat dikonfirmasi, Rabu 28 Januari 2026.
Kata dia, 2 tersangka adalah pejabat Dishub Kota Bontang. Keduanya inisial RW (perempuan) dan J (laki-laki).
1 tersangka lainnya inisial E (perempuan) selaku pimpinan lembaga pelaksana kegiatan (LPK) yang mengurusi Bimtek tersebut.
“(Bimtek ini) diselenggarakan oleh LPK ABC (samaran). Kita tetapkan 1 tersangka pimpinannya,” beber Vickariaz Tabriah.
Ada 5 Bimtek yang dikerjakan LKP tersebut dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar. Kerugian negara diperkirakan Rp500 juta. Katanya sudah ada pengembalian sekitar Rp30 juta.
“Ada 5 kegiatan (Bimtek). Sudah ada yang dikembalikan,” ujarnya.
Modus Tersangka
Lebih jauh, Vickariaz Tabriah membeberkan bahwa dalam pelaksanaannya, sebagian peserta Bimtek tersebut fiktif.
Ada nama pegawai yang tidak pernah ikut Bimtek. Tapi disebut dalam dokumen pertanggungjawaban.
“Ada peserta fiktif,” ungkapnya.
Bahkan untuk memberangkatkan peserta dari Bontang ke Kota Balikpapan, pelaksana memakai bus.
Tetapi di dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) perjalanan dinas yang dilaporkan, justru mereka pakai nota perjalanan biro travel.
Di samping itu, pihak pengelola LPK diduga menyiapkan dokumen dan bukti pendukung yang dipakai menyusun SPJ fiktif.
“Jadi SPJ fiktif. Pimpinan perusahaan ikut berperan aktif,” tukasnya.
Vickariaz mengatakan, proses penyidikan berlangsung 5 bulan.
Pihaknya telah mengantongi lebih dari dua alat bukti sah. Termasuk SPJ dan dokumen pendukung lain.
“Kita sudah ada bukti sah untuk menetapkan mereka sebagai tersangka,” tandasnya.
Ditanyai ihwal potensi pemeriksaan terhadap pelaksanaan Bimtek lainnya di Kota Bontang, Vickariaz mengatakan masih belum bisa memastikan.
“Kalau masalah itu kami belum dapat informasi,” pungkasnya. (Agu)










