KUTIM - Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) anjlok dari 9,8 persen pada 2024 menjadi 1,3 persen pada 2025.
Lantaran hal ini, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim segera melakukan koreksi atas data tersebut itu.
Menurutnya, tidak sepenuhnya selaras dengan kondisi yang dilihat pemerintah daerah.
“Saya akan koordinasi dengan pihak akademisi. Karena data yang saya lihat di Bappeda kita masih normal saja,” jelasnya belum lama ini.
Kata Ardiansyah, dalam hal kajian mendalam atas penyebab turunnya angka tersebut, pemerintah perlu melibatkan kalangan akademisi. Sehingga angka LPE dapat diketahui secara objektif.
Namun kata dia, meski mengalami penurunan angka pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi justru dinilai masih stabil.
“Inflasi Kutim cukup bagus. Harga dan stok barang masih terpantau dengan baik,” kata Ardiansyah.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim Suriansyah menyebutkan inflasi bulanan Kutim tercatat sebesar -0,22 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional bulanan yang mencapai 0,68 persen.
“Dari pantauan kami, di Kutai Timur stok barang masih aman tersedia dan daya beli masyarakat juga masih tetap bagus,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi inflasi yang relatif stabil tersebut menunjukkan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi yang tercatat secara makro belum sepenuhnya tercermin dalam kondisi konsumsi masyarakat.
Namun demikian, Suriansyah mengakui pihaknya belum melakukan perbandingan data inflasi tahunan secara rinci dengan periode sebelumnya.
"Saya belum mengkomparasi data dari tahun-tahun lalu. Tapi secara garis besar sekarang lebih bagus,” ujarnya. (*)











