KUTIM — Aparat kepolisian dari Polsek Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, terus memburu pelaku penganiayaan terhadap seorang guru yang terjadi di Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, Senin 6 April 2026, malam.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi memperkirakan pelaku berjumlah tiga orang, namun hingga kini identitas serta motif di balik aksi tersebut belum terungkap.
Kanit Reskrim Polsek Teluk Pandan, Aiptu Agus Santoso, mengungkapkan minimnya penerangan di lokasi kejadian serta tidak adanya kamera pengawas (CCTV) menjadi kendala utama dalam proses pengungkapan kasus.
“Korban juga tidak dapat mengenali para pelaku. Kami masih melakukan pendalaman dan terus memburu terduga pelaku,” ucapnya, Rabu 8 April 2026.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sisa minuman keras oplosan.
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa pelaku merupakan kelompok pemuda yang kerap berkumpul dan mengonsumsi alkohol di kawasan perbukitan tersebut.
Meski demikian, polisi menegaskan dugaan tersebut masih terus didalami. Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan ponsel milik korban dalam kondisi rusak.
Polisi menduga perangkat tersebut sengaja dihancurkan oleh pelaku usai melakukan penyerangan dan perampasan.
Usai beraksi, para pelaku dilaporkan melarikan diri ke arah simpang tiga Bontang–Kutai Timur.
Sebelumnya, korban bernama Cornelius, seorang guru di SD Negeri 006 Teluk Pandan, menjadi korban penganiayaan saat melintas di Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, sekitar pukul 23.00 WITA.
Berdasarkan keterangan rekannya, Mauli, korban diserang oleh tiga orang pelaku yang kemudian merampas ponselnya. “Pelakunya tiga orang,” ungkap Mauli.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. (Yub)











