Balikpapan — Aktivitas logistik di Pelabuhan Kariangau menunjukkan geliat positif selama Ramadan 2026. PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) mencatat arus petikemas pada Maret meningkat sekitar 3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, seiring naiknya kebutuhan distribusi barang menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya pergerakan barang konsumsi dan kebutuhan industri di Kalimantan Timur. Terminal petikemas yang menjadi salah satu simpul logistik penting di kawasan timur Indonesia tersebut terlihat lebih sibuk, dengan frekuensi kunjungan kapal yang juga mengalami kenaikan.
Direktur Utama KKT, Enriany Muis, menilai periode Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi sektor logistik. Menurutnya, peningkatan aktivitas distribusi terjadi secara merata, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa maupun persiapan pasca-Lebaran.
“Ramadan dan Idul Fitri selalu mendorong lonjakan distribusi barang. Tahun ini, kami melihat peningkatan yang cukup stabil, menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak,” ujar Enriany dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, KKT telah mengantisipasi kenaikan arus petikemas dengan memastikan kesiapan operasional sejak awal. Mulai dari optimalisasi peralatan bongkar muat hingga penguatan koordinasi antar tim di lapangan.
“Setiap kapal yang datang kami tangani dengan perencanaan sandar yang matang serta dukungan fasilitas yang siap. Ini penting agar proses bongkar muat tetap lancar dan waktu tunggu kapal bisa ditekan,” jelasnya.
Tak hanya itu, peningkatan arus logistik juga dipengaruhi oleh aktivitas industri di wilayah penyangga seperti Balikpapan, Samboja, dan Penajam yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Ke depan, KKT menargetkan kinerja operasional tetap terjaga melalui peningkatan efisiensi layanan serta pemanfaatan sistem pemantauan logistik yang lebih terintegrasi.
“Kami optimistis tren positif ini akan berlanjut. Dengan kesiapan yang terus kami perkuat, KKT siap mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” tutup Enriany.










