Payload Logo
Rudy Mas’ud

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dalam Rapat Koordinasi Progres Bedah Rumah (Dok: istimewa)

Rudy Apresiasi Bantuan Pusat, Tapi Minta Tambahan Anggaran Bedah Rumah

Penulis: Wira | Editor: Agung
24 September 2026

KALTIM — Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan bedah rumah sebanyak 653 unit kepada masyarakat Kaltim pada 2025.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada 2026. Sebanyak 3.088 unit rumah kembali mendapatkan bantuan bedah rumah.

“Ini sangat pantas untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim,” ucap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dalam Rapat Koordinasi Progres Bedah Rumah, Senin (21/9/2026).

Meski demikian, Rudy menilai pelaksanaan program tersebut butuh kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil.

Sebab, biaya pembangunan rumah di sejumlah daerah terpencil relatif lebih tinggi ketimbang wilayah perkotaan.

“Kami perlu kolaborasikan Pak Menteri. Sebab alokasi Balai PKP sebesar Rp20 juta per unit tidak akan cukup untuk daerah-daerah terpencil,” jelasnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan wilayah perkotaan seperti Balikpapan, Bontang, dan Samarinda.

Selain menerima dukungan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim juga mengalokasikan program bedah rumah sebanyak 1.000 unit pada 2026.

Anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD murni sebanyak 500 unit dan kembali ditambah 500 unit melalui APBD Perubahan.

Sementara itu, Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kaltim, Mustofa Otfan, menyebut hingga saat ini sebanyak 379 unit rumah telah rampung dikerjakan.

Jika dibandingkan dengan total target 3.088 unit, progres tersebut mencapai sekitar 10,31 persen.

Mustofa mengatakan salah satu tantangan utama menyelesaikan program bedah rumah adalah menjangkau wilayah terpencil, terutama ketika kondisi air sungai sedang surut.

“Selain itu, kesulitan pembukaan rekening baru (Bankaltimtara) bagi penerima bantuan bedah rumah sekitar 233 unit,” ucap Mustofa Otfan.

Menanggapi kendala tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta jajarannya segera meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Kaltim.

“Kepala balai juga satker komunikasi sama Pak Gubernur, sampaikan apa masalahnya, apa kendala yang dihadapi. Agar segera ditangani dan dicari soluasinya. Kita berkejaran dengan waktu. Sekarang sudah September dan target 31 Desember semua selesai,” tegas Maruarar.

Selain program bedah rumah, Maruarar menyebut Pemerintah juga telah menyiapkan program KUR perumahan dan KPR subsidi melalui lembaga perbankan.

“Pak Gubernur bisa sampaikan ke masyarakatnya yang belum punya rumah, terutama UMKM agar lebih baik dan meningkat usahanya,” ucapnya. (Wira)

Dilihat 720 kali