KUBAR — SDN 011 Jerang Melayu, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kini kekurangan guru. Akibatnya, proses belajar mengajar kurang optimal.
Tak hanya itu, kondisi dinding ruang kelas berlubang akibat termakan usia turut menambah persoalan. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan.
Mirna, salah salah seorang guru SD 011 Jerang Melayu (Dok: Katakaltim/Jantro)
Namun demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda dilakukannya penanganan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar melalui dinas terkait.
Mirna, salah seorang guru SD 011 Jerang Melayu, mengatakan sekolahnya masih kekurangan guru untuk sejumlah mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Agama.
"Ada tiga guru mata pelajaran yang kurang. Guru kelas juga masih kurang. Kekurangan guru sudah cukup lama di sekolah ini," ujar Mirna kepada Katakaltim Jumat 12 Juni 2026.
Akibat keterbatasan jumlah guru, dua kelas terpaksa disatukan dalam satu ruangan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kekurangan tenaga pendidik itu sudah berlangsung sekitar enam tahun.
"Dua kelas terpaksa digabung dalam satu ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ini sudah berlangsung cukup lama," ujarnya.
Dia menjelaskan, beberapa ruang kelas sudah tidak layak. Selain dinding yang rusak, lantai papan di sejumlah kelas juga mulai keropos dan membutuhkan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Kampung Jerang Melayu, Kurdiansyah, mengatakan telah meninjau kondisi SDN 011 Jerang Melayu.
Dari hasil peninjauannya, sejumlah bangunan sekolah sudah tidak layak digunakan.
Selain persoalan sarana dan prasarana, sekolah tersebut juga masih menghadapi kekurangan guru yang menjadi kendala dalam kegiatan belajar mengajar.
"Saya kan baru seminggu dilantik menjadi kepala kampung. Saya langsung mengecek kondisi sekolah untuk melihat kendala yang dihadapi, baik dari sisi sarana maupun kegiatan belajar mengajar," paparnya.
Kurdiansyah meminta pemerintah segera menangani kerusakan ruang kelas di SDN 011 Jerang Melayu, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan gedung baru.
Selain itu, ia berharap ada penambahan guru untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik di sekolah tersebut.
"Kalau bisa, tahun ini ruang kelas yang sudah tidak layak segera direhabilitasi atau dibangun baru. Termasuk penambahan guru, agar Disdikbud Kubar dapat segera memberikan perhatian," pintanya. (Jantro)














