KUBAR — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mematangkan persiapan menghadapi Porprov 2026 dengan membuka seleksi terbuka atlet bulu tangkis dari 16 kecamatan
Seleksi atlet akan digelar usai penutupan pendaftaran pada 5 Juni 2026. Atlet yang lolos nantinya diproyeksikan memperkuat Kutai Barat pada ajang Porprov 2026.
“Pendaftaran ditutup tanggal 5, lalu tanggal 6 langsung seleksi. Atlet yang lolos nanti dipersiapkan untuk Porprov,” ujar Ketua PBSI Kubar, Leo di Sendawar, Selasa 26 Mei 2026.
Usai seleksi, atlet yang terpilih akan menjalani training center (TC) untuk mematangkan persiapan menuju Porprov 2026. Dalam program tersebut, PBSI Kubar turut melibatkan TNI-Polri guna membantu peningkatan fisik atlet.
“Untuk TC nanti kami menggandeng TNI-Polri karena mereka punya kemampuan khusus dalam pembinaan fisik,” terangnya.
Saat ini, kata Leo, pembinaan atlet PBSI Kubar dilakukan rutin setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Khusus Sabtu, para atlet menjalani latihan fisik di kawasan Alun-alun Barong Tongkok.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya dipusatkan di Barong Tongkok, tetapi juga berlangsung di sejumlah wilayah lain seperti Melak, Muara Lawa, hingga Kampung Terajuk. PBSI Kubar juga mulai memperluas pembinaan ke beberapa kecamatan lainnya.
Leo menjelaskan, PBSI Kubar masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan jumlah atlet di beberapa wilayah. Meski begitu, pembinaan tetap berjalan secara swadaya untuk menjaga regenerasi atlet muda daerah.
PBSI Kubar juga memastikan seluruh atlet yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri asli Kutai Barat dan tidak menggunakan atlet dari luar daerah untuk Porprov 2026.
“Kami seleksi terbuka dari 16 kecamatan dan semua atlet asli Kutai Barat,” tegasnya.Harapan kami atlet lokal bisa berprestasi untuk Kutai Barat,” paparnya.
Sementara itu, Pelatih PBSI Kubar, Hendika Julianda Sitorus, mengatakan proses seleksi akan dilakukan secara ketat untuk mendapatkan atlet terbaik.
Tim pelatih akan menilai kemampuan atlet dari berbagai aspek, mulai teknik permainan, fisik, penguasaan lapangan, hingga kontrol permainan saat bertanding.
Tambahnya, menyebut kuota atlet yang akan dibawa ke Porprov 2026 hanya delapan orang. Karena itu, seleksi dilakukan maksimal agar atlet yang terpilih benar-benar siap membawa nama Kutai Barat.
“Kami mencari yang terbaik di antara yang terbaik,” katanya. Jadi semua aspek akan kami lihat sebelum menentukan atlet yang lolos,” tutupnya. (Jantro)










