Payload Logo
Sekretaris KNPI Kabupaten Kubar, Dedi Dores

Sekretaris KNPI Kabupaten Kubar, Dedi Dores (dok:Jantro/katakaltim)

Solar Subsidi Eceran Capai Rp20 Ribu per Liter, KNPI Kubar Dorong Pemda dan APH Lakukan Pengawasan

Penulis: Jantro | Editor: Agu
5 Mei 2026

KUBAR - Harga solar subsidi di tingkat eceran di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) khususnya wilayah perbatasan Bentian Besar naik hingga mencapai Rp20 ribu per liter.

Kenaikan ini memicu keresahan di tengah masyarakat lantaran jauh melampaui harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Sekretaris KNPI Kabupaten Kubar, Dedi Dores mengatakan, kelangkaan solar subsidi terjadi di sejumlah SPBU dan APMS. Kondisi ini terjadi setelah kenaikan harga Dexlite Rp23.600 per liter pada 18 April 2026 lalu.

Untuk itu, KNPI mendorong pemerintah daerah, khususnya aparat penegak hukum (APH) segera melakukan pengawasan secara serius.

Hal ini dinilai penting guna memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan di lapangan.

"Solar subsidi sangat langka. Di wilayah perbatasan, harga eceran sudah mencapai Rp20 ribu hingga 25 ribu per liter. Pengawasan harus dilakukan, kemana penyaluran solar subsidi ini," ujar Dedi kepada KataKaltim di Sendawar, Senin 04 Mei 2026.

Menurutnya, kenaikan harga Dexlite diduga dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebagai momentum untuk memainkan harga solar subsidi. Ia juga menduga solar subsidi saat ini ditimbun oleh para 'mafia solar'.

"Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang bermain dalam kenaikan harga Dexlite. Sekarang ini masyarakat sudah kesulitan, jangan ditambah lagi dengan memainkan solar subsidi," paparnya.

Kata Dedi, kelangkaan solar subsidi berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat, khususnya petani, nelayan dan pekerja buruh. Solar subsidi sendiri dinilai menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi pada sektor tersebut.

Dedi menambahkan, kelangkaan solar subsidi di SPBU dan APMS dinilai akan berpotensi memicu gejolak di masyarakat. Kondisi ini bahkan dapat mendorong munculnya aksi atau gerakan besar yang dikhawatirkan mengganggu kondusivitas di Kubar.

"Harapan kita dari KNPI, jangan sampai terjadi chaos (kekacauan) akibat kelangkaan solar subsidi. Jadi, Pemkab Kubar harus segera memberikan solusi kepada masyarakat," tutupnya. (Jan)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025