Payload Logo
Srikandi PLN

Srikandi PLN UIP KLT melakukan pengecekan gambar teknis di area gardu induk sebagai bagian dari pengawasan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.( dok : PLN)


Srikandi PLN Tembus Pelosok Kalimantan, Hadirkan Cahaya dan Harapan hingga Wilayah Perbatasan

Penulis: Han | Editor:
13 Mei 2026

BALIKPAPAN — Semangat emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam langkah para perempuan tangguh di lingkungan PLN. Melalui momentum Hari Kartini, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menghadirkan kisah perjuangan para Srikandi PLN yang berkontribusi menghadirkan listrik hingga pelosok Kalimantan, termasuk wilayah perbatasan dan daerah tertinggal.

Di balik pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang terus berlangsung di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Utara, terdapat sosok-sosok perempuan yang bekerja di medan berat demi memastikan masyarakat dapat menikmati akses listrik yang andal.

Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, mengatakan bahwa semangat Kartini menjadi inspirasi bagi perempuan untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pekerjaan dan pengabdian.

“Setiap perempuan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Di PLN, kami tidak hanya bekerja untuk menghadirkan listrik, tetapi juga memberi arti bagi masyarakat. Di situlah makna pengabdian kami,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa PLN terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan setara bagi perempuan.

“Srikandi PLN adalah bagian penting dari perjalanan pembangunan ini. Mereka tidak hanya profesional dalam pekerjaan, tetapi juga mampu menjalankan peran sebagai ibu, perempuan, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” katanya.

Kehadiran para Srikandi PLN dinilai membawa warna tersendiri di tengah dominasi tenaga kerja laki-laki pada sektor infrastruktur dan ketenagalistrikan. Mereka hadir dengan ketelitian, ketangguhan, serta semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan kelistrikan nasional.

Salah satu Srikandi PLN UIP KLT, Salsa Dina Amalia, membagikan pengalamannya saat bertugas di lokasi proyek dengan berbagai tantangan medan dan keterbatasan akses. Ia mengaku harus meninggalkan kenyamanan dan waktu bersama keluarga demi memastikan proyek berjalan sesuai target.

Namun, menurut Salsa, semua pengorbanan tersebut terbayar ketika masyarakat akhirnya bisa menikmati listrik.

“Melihat listrik hadir dan masyarakat bisa menikmati terang, itu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan apa pun. Semua lelah terasa lunas,” ungkapnya.

Cerita serupa datang dari Ainun Jaria Nur Rahmat yang bertugas di wilayah Malinau, daerah 3T yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Bersama timnya, ia menghadapi medan sulit dan keterbatasan infrastruktur demi menghadirkan listrik bagi masyarakat setempat.

Bagi Ainun, hadirnya listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah terpencil.

“Bagi kami, terang bukan hanya soal listrik. Ini tentang harapan. Tentang masa depan anak-anak yang kini punya kesempatan untuk bermimpi lebih jauh,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Kartini, PLN UIP KLT kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan serta menciptakan ruang kerja yang setara dan inklusif. Di balik cahaya listrik yang kini menerangi berbagai wilayah Kalimantan, terdapat dedikasi para Srikandi PLN yang turut menyalakan harapan bagi masyarakat.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025