KALTIM — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menyebutkan, stok BBM baik dari sisi suplai maupun distribusi hingga ke agen dan pangkalan berada pada level yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sejak tanggal 9 Maret hingga 1 April, kami telah membentuk Satgas, baik di internal Pertamina maupun bersama stakeholder terkait,” ungkap Edi saat menjadi pembicara terkait menjaga stabilitas energi kaltim di tengah krisis global, Rabu (18/3/2026).
Selain itu, dukungan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, turut diperkuat guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama untuk BBM subsidi.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak khawatir serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan di SPBU, karena stok dipastikan aman.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat terkait penyimpanan BBM yang aman. Idealnya, BBM hanya disimpan di tiga tempat, yakni tangki milik Pertamina, tangki di SPBU, dan tangki kendaraan bermotor.
Penyimpanan BBM di luar tempat tersebut dinilai berisiko, baik terhadap penurunan kualitas bahan bakar maupun potensi bahaya kebakaran.
“BBM yang disimpan tidak pada tempatnya dapat memengaruhi kualitas dan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran. Kami harap hal ini tidak terjadi,” tambahnya. (Deni)













