BONTANG — Warga Bontang memprotes proyek pengerjaan jalan di kawasan Gotong Royong, Jumat 9 Oktober 2026.
Alasannya, proyek tersebut berpotensi membahayakan para pengendara. Khususnya anak-anak yang kerap bermain di wilayah tersebut.
“Ini ndak ada safety—nya ini. Ini ndak aman dilalui. Untuk keselamatan anak-anak tidak ada,” ucap Hamka, warga setempat, saat mengabarkan kejadian itu kepada katakaltim.
Hamka tampak begitu kesal sebab besi yang nongol di jalan tersebut tidak berlangsung hanya sehari-dua hari. Tapi dua bulan.
“Ini sudah dua bulan begini. Ini demi keselamatan warga ini. Jadi warga itu jangan (dimarahi) kalau bersuara,” kesalnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak penyedia.
Bowo, sapaannya, menegaskan sudah memberi peringatan (warning) agar proyek tersebut segera diselesaikan, termasuk memerhatikan masalah kemanan (safety)-nya.
“Memang agak lambat ini. Sudah kami warning penyedia, termasuk masalah safety-nya,” ucap Bowo saat dihubungi, Sabtu 10 Oktober 2026.
Katanya proyek tersebut dikerjakan dengan nilai hampir Rp3 miliar. Menggunakan APBD Bontang.
Tertanggal kontrak pada 27 April 2026 dengan masa pengerjaan selama 210 hari.
Terkait hal lebih teknis proyek tersebut, Bowo mengarahkan kepada Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Bontang, Gunawan Tricahya.
Gunawan bilang kendala kontraktor saat ini adalah semen. Solusinya, PUPR mengarahkan kontraktor agar mengambil semen di KIE.
“Mereka sudah pesan ke Varia Beton. Cuma memang sekarang Varia Beton lagi kehabisan semen. Kami arahkan ke KIE. Masih menunggu jadwal. Karena mereka prioritas melayani untuk pabrik,” terangnya saat dikonfirmasi.
Gunawan mengaku PUPR sudah mengingatkan agar kontraktor mencari vendor lain untuk permasalahan ini.
“Lambatnya memang karena material beton. Kami selalu push kontraktor untuk cari alternatif vendor. Infonya Senin sudah bisa ngecor,” tandasnya.
Gunawan juga bilang pihaknya optimistis pekerjaan ini selesai tepat waktu.
“Kami masih optimis selesai tepat waktu. Kami selalu push kontraktornya, mengingat kontrak tersisa 2 bulan lagi,” terangnya. (Agu)














