BONTANG – Perkembangan sektor industri di Kota Bontang yang didominasi oleh migas, gas alam, serta hilirisasi industri turut mendorong peningkatan kebutuhan layanan penunjang, khususnya di bidang jasa digital dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kebutuhan tersebut mencakup pelatihan tenaga kerja seperti welding, sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), layanan klinik industri, hingga penyediaan ruang kerja modern seperti co-working space. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam mendukung operasional industri yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kota DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, yang menilai bahwa transformasi ekonomi Bontang tidak hanya bertumpu pada sektor utama, tetapi juga pada ekosistem pendukung yang mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing industri.
Menurutnya, pertumbuhan industri migas dan hilirisasi telah menciptakan efek berantai terhadap kebutuhan tenaga kerja terampil dan layanan digital. “Industri yang berkembang membutuhkan SDM yang siap, serta fasilitas pendukung yang adaptif dan modern,” demikian gambaran arah kebutuhan yang terus meningkat.
Lebih lanjut, peluang investasi di sektor jasa digital dan pengembangan SDM dinilai semakin terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi ekonomi serta memperkuat ekosistem industri melalui layanan pelatihan, teknologi digital, dan fasilitas penunjang kerja.
Dengan kondisi tersebut, Bontang dinilai semakin siap menjadi kawasan industri yang tidak hanya kuat di sektor energi, tetapi juga berkembang sebagai pusat layanan pendukung industri berbasis inovasi dan teknologi.(*)














