Bontang – Keberhasilan sebuah investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga sejauh mana pembangunan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Keterlibatan warga sejak tahap perencanaan menjadi salah satu faktor penting agar investasi dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menegaskan bahwa masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan hanya sebagai pihak yang menerima dampak dari hadirnya investasi.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan partisipasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
“ Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan begitu, pembangunan yang hadir benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga,” ujar Karel.
Menurutnya, penguatan kapasitas lokal, musyawarah di tingkat kelurahan, hingga penyediaan ruang dialog antara pemerintah, investor, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk membangun pemahaman bersama.
Melalui komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat memahami manfaat maupun potensi dampak dari suatu investasi. Di sisi lain, investor juga dapat mengetahui kondisi sosial serta kebutuhan lingkungan sekitar sebelum menjalankan kegiatan usaha.
“Ketika masyarakat dilibatkan, tingkat penerimaan terhadap pembangunan akan lebih kuat. Investasi bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.
DPMPTSP Bontang terus mendorong agar setiap investasi yang masuk mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan dapat berjalan lebih adil, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi daerah.(Adv)














