BALIKPAPAN — Polda Kaltim melalui Direktorat Lalulintas Polda Kaltim mencatat lonjakan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang secara umum tetap kondusif selama periode Lebaran.
Operasi yang berlangsung selama 13 hari, sejak 13 hingga 25 Maret 2026 tersebut mencatat sebanyak 30 kejadian kecelakaan lalu lintas.
Jumlah ini meningkat 58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 19 kejadian.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan mengatakan, kenaikan angka kecelakaan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, terutama karena terjadi pada momentum arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Ini menjadi perhatian kami, dan kami mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ucap Insan dalam konferensi pers, Jumat 27 Maret 2026.
Dari sisi dampak, jumlah korban juga meningkat. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang atau naik 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, korban luka berat mencapai 27 orang atau meningkat 80 persen, dan korban luka ringan sebanyak 11 orang, melonjak hingga 120 persen.
Insan menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para pengguna jalan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami terus mengingatkan agar masyarakat disiplin berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan,” katanya.
Selain peningkatan kecelakaan, volume kendaraan selama periode Lebaran juga mengalami kenaikan.
Di ruas tol Balikpapan–Samarinda Toll Road, tercatat sebanyak 187.075 kendaraan melintas, naik 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, kendaraan yang menuju kawasan Ibu Kota Nusantara mencapai 53.008 unit sepanjang 13 hingga 23 Maret 2026.
Untuk menekan angka kecelakaan, kepolisian akan terus mengoptimalkan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.
Selama operasi, tercatat sebanyak 9.135 kegiatan telah dilaksanakan, termasuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.
Jumlah tilang tercatat meningkat signifikan sebesar 116 persen menjadi 854 penindakan. Sebaliknya, jumlah teguran menurun 53 persen menjadi 2.936 kegiatan.
Meski angka kecelakaan meningkat, kondisi kamtibmas secara umum tetap terkendali.
Polda Kaltim mencatat total 229 kejadian gangguan kamtibmas, yang terdiri dari 205 kasus kejahatan, 2 pelanggaran, 18 gangguan, serta 4 kejadian bencana.
“Secara umum situasi kamtibmas selama Operasi Ketupat Mahakam 2026 tetap kondusif, namun peningkatan kecelakaan lalu lintas menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan,” kata Insan. (Han)














