Payload Logo
Kubar

Penanganan awal jalan nasional dilakukan di Jangan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kubar, Selasa 20 Januari 2026. (Dok: jantro/Katakaltim)

BBPJN Kaltim Perbaiki Jalan Nasional Kubar dengan Sistem Rigid Beton dan Aspal Hotmix

Penulis: Jantro | Editor: Agu
20 Januari 2026

KUBAR — Perbaikan jalan nasional pada ruas Simpang Kalteng hingga Tugu Jam Thomas Didik Melak di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dikerjakan dengan sistem cor beton dan aspal hotmix.

Proyek ini dilaksanakan melalui skema multiyears (kontrak tahun jamak) anggaran sebesar Rp196 miliar bersumber dari BBPJN Kalimantan Timur (Kaltim).

Pelaksana Proyek, PT Bramakerta Adiwira, Rianto mengatakan, penanganan jalan nasional dilakukan sepanjang 64 kilometer. Proyek direncanakan rampung pada Desember 2027 mendatang.

Jalan rusak di Kubar

Adapun jenis penanganan yang dilakukan meliputi, rekontruksi 4,05 kilometer, rehab mayor 17,21 kilometer, rehab minor 2,44 kilometer, pemeliharaan rutin jalan 15,94 kilometer dan pemeliharaan rutin kondisi 24,36 kilometer.

"Proyek ini bukan pekerjaan tambal sulam. Perbaikan jalan nasional kita lakukan dengan sistim rigid beton dan aspal hotmix. Jadi penanganannya permanen," ujar Rianto kepada Katakaltim di Sendawar, Selasa 20 Januari 2026.

Saat ini, kata Rianto, pihaknya tengah melakukan penutupan lubang di sepanjang badan jalan nasional.

Penanganan itu dilakukan guna kenyamanan para pengguna jalan. Sejumlah alat berat juga telah bekerja di lapangan.

Penanganan ruas jalan nasional terbagi dalam tiga segmen, yakni wilayah Simpang Kalteng - Simpang Damai, Simpang Damai - Simpang Raya dan Simpang Raya - Mentiwan.

"Kita baru berkontrak pada Desember 2025. Tapi, awal Januari 2026 sudah kita turunkan alat berat di lapangan, untuk menutup lubang. Ini merupakan penanganan awal, supaya akses jalan nasional lancar dilalui" ungkapnya.

Lanjutnya, penanganan permanen akan dimulai beberapa bulan kedepan. Pekerjaan itu nanti termasuk pelebaran badan jalan, pemeliharaan jembatan dan pembangunan drainase.

"Ruas jalan nasional rata-rata tak punya drainase. Jadi kalau hujan selalu digenangi air. Kondisi inilah yang membuat jalan cepat rusak, baik itu aspal maupun beton," terangnya.

Rianto meminta supaya masyarakat dapat bersabar menunggu rampungnya perbaikan jalan. Ia berharap dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan penanganan jalan dapat berjalan lancar. (Jantro)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025