BONTANG — Pemandangan berbeda terlihat dalam agenda peresmian Revamping Pabrik 2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Kota Bontang, Kamis 29 Januari 2026.
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, kini menempati posisi terhormat di barisan depan sebagai tamu VVIP. Spesial.
Kehadiran Sultan di barisan paling depan ini tampaknya adalah jawaban atas insiden protokol yang sempat viral beberapa pekan lalu di Kota Balikpapan.
Kali ini, posisi duduk Sultan sejajar dengan tokoh-tokoh penting negara. Tentunya adalah fenomena yang menegaskan penghormatan terhadap entitas adat di Benua Etam.
Penghormatan Protokol
Dalam peresmian tersebut, Sultan Aji Muhammad Arifin duduk berdampingan dengan sejumlah pejabat tinggi.
Pejabat tinggi itu antara lain Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kemudian ada Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo.
Penghormatan terhadap Sultan juga terlihat sejak awal agenda.
Pembawa acara secara khusus menyampaikan rasa hormat mendalam kepada Sultan sebelum memulai prosesi peresmian.
Pelajaran dari "Teguran" Presiden Prabowo
Perubahan signifikan pada pengaturan tempat duduk ini buntut peristiwa di Kilang Pertamina Balikpapan pada Senin 12 Januari 2026.
Saat itu, Sultan Kutai kedapatan duduk di deretan kursi belakang. Jauh dari jajaran pejabat utama. Menempati urutan kursi di baris ketiga.
Kondisi tersebut menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto secara langsung.
Di tengah acara, Presiden bahkan sempat melayangkan teguran kepada panitia terkait posisi duduk sang Sultan.
"Yang Mulia Sultan kok ditaruh di belakang," tegur Prabowo saat itu. “Taruk di depan,” pinta dia menambahkan.
Pesan tegas Presiden tersebut nampaknya diserap dengan baik oleh jajaran Direksi Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim. (Agu)














