KALTIM — Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, menerima kunjungan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud di Kediamannya, Tenggarong, Kamis 15 Januari 2026.
Kunjungan Gubernur dalam rangka meminta maaf usai Pemprov Kaltim mendapat somasi terkait kekeliruan protokoler saat kunjungan Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin 12 Januari 2026.
Pada pertemuan itu, Sultan Aji Muhammad Arifin menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab bukan kali pertama.
"Jangan sampai terulang lagi lah seperti ini karena kita kan sudah dua kali kejadian ini.
Pertama waktu (agenda) IKN sama presiden Jokowi, yang ke-2 sama pak Prabowo. Jangan sampai timbul lagi lah," harap Sultan.
Sultan juga menghimbau masyarakat Kaltim agar dapat memahami kejadian tersebut. Mengingat kewenangan protokol Pemprov Kaltim yang terbatas karena seluruh agenda di bawah kendali protokol kepresidenan.
"Kepada masyarakat, apa yang saya sampaikan kepada ananda Gubernur tadi mungkin menjadi tolok ukur kita supaya masyarakat mengerti. Kejadian yang kemarin itu Gubernur sudah minta maaf kepada kita," ujar Sultan.
Sementara itu Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengakui bahwa penghormatan terhadap budaya merupakan keharusan.
Bahkan mengutip pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ucap Gubernur sembari memegang dadanya memperlihatkan tanda permintaan maaf kepada Sultan rakyat Benua Etam.
Diketahui, Sultan Kutai Kartanegara tak diundang pada saat acara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Digelar di IKN pada 2024 lalu.
Kemudian, yang baru-baru ini terjadi, Sultan Kutai Kartanegara diberi tempat duduk di belakang pejabat Kaltim dalam agenda peresmian Kilang Minyak di Kota Balikpapan, Senin 12 Januari 2026. (Ali)










