Payload Logo
Aji Muhammad Arifin

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Bupati Kukar resmikan penggunaan Paviliun Nuri dan Cancer Centre Murai di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong (Dok: Abdilah Amin/Pemkab Kukar)

Sultan Kukar dan Bupati Resmikan Paviliun Nuri–Cancer Centre Murai, Tegaskan Koneksi Budaya dan Layanan Kesehatan

Penulis: Saputra | Editor: Agu
17 Januari 2026

KUKAR — Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Bupati Kukar resmikan penggunaan Paviliun Nuri dan Cancer Centre Murai di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong.

Peresmian berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026. Katanya menjadi tonggak penguatan layanan kesehatan rujukan di Kukar.

Khususnya dalam perawatan kanker dan penyediaan fasilitas rawat inap VIP yang lebih representatif bagi masyarakat.

Kehadiran Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, H. Aji Muhammad Arifin, menjadi simbol kuat keterhubungan antara pembangunan modern dan akar sejarah Kutai Kartanegara.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan peran strategis Sultan dalam arah pembangunan daerah.

Ia menyebut Sultan sebagai pemimpin kultural dan simbol sejarah yang memastikan pembangunan Kukar tetap selaras dengan jati diri daerah.

"Keberadaan Ayahanda Sultan dalam pembangunan Kutai Kartanegara sangatlah vital. Kami ini hanyalah pemimpin administratif, tetapi ayahanda Sultan adalah pemimpin kultur dan pemimpin sejarah,” ucapnya.

“Beliau memastikan arah pembangunan Kukar selaras sejak awal Kutai Kartanegara didirikan, bahkan sejak kerajaan pertama di daerah ini," sambung dia.

Ia menambahkan, sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipastikan kualitas dan kuantitas layanannya.

"Ketika warga sakit, mereka tidak perlu khawatir. Layanan harus mampu menangani dengan baik agar tidak berlarut, sehingga produktivitas masyarakat tetap terjaga," katanya.

Direktur Utama RSUD Aji Muhammad Parikesit, Dr. dr. Martina Yulianti menjelaskan peresmian fasilitas ini merupakan bagian dari perjuangan rumah sakit menuju kategori utama.

"Kalau kita sudah utama, maka layanan kita akan semakin lengkap, termasuk konsultannya. Pasien Kukar dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Secara bangunan dan fasilitas sudah siap, yang terus kami perjuangkan hari ini adalah penguatan SDM konsultan," ujarnya.

Pada momen pemotongan tumpeng yang diserahkan langsung oleh Sultan, Martina menegaskan ikatan historis antara RSUD Parikesit dan Kesultanan Kutai Kartanegara.

"Nama rumah sakit kami adalah Aji Muhammad Parikesit, beliau merupakan datuk dari ayahanda Sultan H. Aji Muhammad Arifin,” tuturnya.

“Artinya, kami di sini tidak akan pernah lupa dengan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara. Ini bukan hanya rumah sakit, tetapi bagian dari sejarah dan penghormatan kami," sambung dia.

Ia merinci, Gedung Murai memiliki kapasitas layanan kemoterapi rawat inap dan rawat jalan yang besar.

Di lantai tiga tersedia 10 ruangan, masing-masing berisi dua tempat tidur, sehingga mampu menampung sekitar 20 pasien.

Sementara Paviliun Nuri didedikasikan bagi masyarakat yang menginginkan layanan lebih cepat, lebih privat, dan suasana perawatan yang tenang.

"Kami berupaya menyediakan pilihan layanan seluas mungkin, termasuk untuk peserta BPJS," pungkasnya. (Saputra)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025