Payload Logo
Rustam

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam (dok: Caca/katakaltim)

Publik Heboh Rencana Pemkot Beli Mes Miliaran di Jakarta, DPRD Bontang Justru Bilang Begini

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agung
17 Maret 2026

BONTANG — Publik sempat heboh menanggapi rencana Pemerintah Bontang beli mes di Jakarta dengan nilai yang hampir sama dengan ‘mobil marwah’ Gubernur Kaltim, Rp8 miliar.

Memang heboh karena dianggap rencana kebijakan ini terjadi di masa-masa efisiensi atau penghematan anggaran.

Tapi, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sempat merasa kaget dengan nilai sewa mes tersebut selama setahun mencapai Rp500 juta.

Dengan makna lain kalau 10 tahun saja, bisa Rp5 miliar. Artinya mending dibeli supaya bisa jadi aset daerah dan tak lagi ada sewa-menyewa.

Menanggapi itu, Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan urgensi pembelian mes tersebut bergantung pada kebijakan yang dibahas bersama.

"Kalau Wali Kotanya menganggap kita beli mes karena kemampuan (keuangan) daerah kita juga masih bisa, kenapa tidak?" ucap Rustam saat ditemui katakaltim di ruangannya, Senin 16 Maret 2026.

Secara kasat mata, jumlah yang harus dikeluarkan tampaknya memang besar, Rp8 miliar. Tapi, kata Rustam, justru ini adalah penghematan.

Bahkan, jika memang rencana pembelian mes itu punya dasar yang kuat, maka tidak apa-apa kalau mau dibeli.

"Dalam sistem manajemen dan keuangan, kita berpikir bahwa kalau kita menyewa, sampai kapan kita menyewa? Kalau memang ada dasarnya bisa dibeli, kenapa tidak dibeli," tandasnya.

Senada dengan Wali Kota Bontang, Rustam juga menilai angka Rp500 itu justru merugikan keuangan Bontang apabila terus disewa.

Alasannya, tidak menjadi aset daerah. Oleh sebab itu dia sepakat jika rencana pembelian tetap dilanjutkan.

Bahkan lebih jauh, politisi Golkar itu juga menyebut pembelian mes tidak akan memengaruhi kondisi fiskal Bontang tahun ini.

"Tapi saya lihat Rp8 Miliar ini tidak akan mempengaruhi program-program yang lainnya. Saya pikir itu silakan saja," jelasnya.

Selain itu, keuntungannya kata Rustam, dapat dimanfaatkan masyarakat Bontang jika berkunjung ke Jakarta.

"Misalnya atlet kita sedang lomba di sana tak perlu sewa tempat lagi, bisa di mes. Atau orang tua yang mengunjungi anaknya yang bersekolah di sana. Intinya siapapun warga Bontang boleh tinggal dan menjadikan itu sebagai tempat transit," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengaku untuk sementara menunda dulu pembelian mes di Jakarta. Tapi tetap harus beli.

Neni beralasan kenapa harus beli lantaran biaya sewa atau kontrakan sebelumnya mahal sekali.

“Mahal banget Rp500 juta. Kalau kita beli kan nggak keluar (uang) tiap tahun (sebanyak itu),” ucapnya saat ditemui, Rabu 11 Maret 2026.

Pun demikian kabarnya mes yang disewa sebelumnya sudah ditempati orang. Tapi Neni bilang pihaknya akan masih mencari rumah untuk dibeli.

“Kita harus cari yang representatif insyaallah. Tapi kan ada tahapan-tahapannya. Untuk sementara masih ngontrak,” ucap Neni. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025