Payload Logo
Bontang

Hujan lebat disertai angin kencang di Kota Bontang, Kamis 28 Mei 2026 sore (dok: caca/katakaltim)

BPBD Bontang Ungkap Cuaca Sulit Diprediksi, Warga Diminta Siaga Banjir

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agung
29 Mei 2026

BONTANG — Cuaca di Kaltim mengalami kondisi di luar prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada Maret lalu, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan kemarau berkepanjangan, bahkan berdampak El Nino.

Prediksi BMKG itu berlangsung mulai April dan puncaknya hingga Agustus 2026.

Tetapi, sejumlah wilayah di Kaltim, khususnya di Kota Bontang, belakangan ini mengalami intensitas curah hujan tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Usman, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengaku bingung dengan perubahan iklim yang tidak menentu.

"Cuaca di Kaltim sulit di tebak, padahal perkiraan kita ini akan memasuki cuaca ekstrem badai El-Nino. Kalau ngga salah diperkirakan awal Juni hingga puncaknya Agustus," jelasnya saat dihubungi Katakaltim, Jumat 29 Mei 2026.

Di awal Mei cuaca sangat panas. Namun belakangan justru intensitas hujan sangat tinggi di Kota Bontang.

Berdasarkan hasil koordinasi BPBD Bontang dan BMKG, ada peringatan dini cuaca di Kaltim tanggal 29 Mei 2026 pukul 10:52 WITA.

Ada potensi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang sejumlah daerah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, dan Samarinda. Bahkan bisa meluas ke Kutai Timur dan Kota Bontang.

"Dari data ini, kita masih berpotensi hujan. Jadi warga mesti waspada dan siaga. Menjaga dokumen-dokumen agar tidak basah terkena banjir dan barang-barang berharga lainnya juga diperhatikan agar mudah diselamatkan," jelasnya.

Ia juga menyebut beberapa daerah yang rawan banjir seperti di Kelurahan Api-api tepatnya Perumahan Bontang Permai dan sekitarnya.

"Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Api-api Belakang Bank Danarta, Kelurahan Api-api Jalan Pattimura, dan Kelurahan Guntung," tandasnya.

Untuk itu Ismail mengimbau agar warga segera melaporkan kejadian bencana yang dialami jika memang membutuhkan evakuasi maupun pertolongan lainnya.

Ia juga mengimbau supaya tidak berteduh di bawah pohon. Sebab dalam dua hari ini hujan lebat dan angin kencang. Berpotensi membuat pohon roboh.

“Jadi kita imbau agar hati-hati. Laporkan kalau memang ada pohon yang perlu dipangkas,” pungkasnya. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025