Payload Logo
Buaya Kutim yang direlokasi ke Penangkaran Teritip

Buaya Kutim yang direlokasi ke Penangkaran Teritip Balikpapan (dok:nik/katakaltim)

Disdamkartan Kutim Relokasi Buaya Ukuran 4,4 Meter ke Penangkaran Teritip

Penulis: | Editor: Salsabila Resa
24 September 2026

KUTIM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merelokasi tiga ekor buaya hasil evakuasi dari permukiman warga ke Penangkaran Teritip, Balikpapan, Selasa 22 September 2026.

Salah satu buaya yang diserahkan memiliki panjang mencapai 4,4 meter.

Tim Rescue Disdamkartan Kutim, Muis, mengatakan ketiga buaya tersebut terlebih dahulu diamankan dan ditampung sementara di Markas Komando (Mako) Disdamkartan Kutim sebelum dikirim ke penangkaran.

“Setelah berhasil kita amankan dari lokasi tangkapan warga, buaya-buaya ini terlebih dahulu ditampung sementara di Mako Disdamkartan Kutim. Setelah itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses penanganan dan relokasi,” ucap Muis di Sangatta, Rabu 23 September 2026.

Ia menjelaskan, tiga ekor buaya yang direlokasi memiliki ukuran berbeda. Selain buaya dengan panjang 4,4 meter, terdapat buaya berukuran 1,5 meter dan 70 sentimeter.

Menurut Muis, relokasi dilakukan sebagai tindak lanjut evakuasi untuk mengurangi risiko konflik antara buaya dan warga, sekaligus memastikan satwa liar tersebut mendapatkan penanganan yang sesuai.

Proses relokasi melibatkan koordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Provinsi, menyesuaikan perubahan regulasi terkait kewenangan penanganan konflik satwa buaya.

Dalam koordinasi tersebut, Penangkaran Teritip menyatakan kesediaannya menerima ketiga buaya hasil evakuasi dari Kutim.

“Kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan BPSPL Provinsi, dan pihak penangkaran di Teritip menyatakan siap menerima buaya-buaya tersebut,” jelasnya.

Pengangkutan tiga buaya menuju Balikpapan dilakukan melalui jalur darat menggunakan satu unit truk pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue. Tim berangkat pada Senin malam sekitar pukul 01.30 WITA.

Muis mengatakan, pemilihan waktu keberangkatan tersebut mempertimbangkan kondisi fisik satwa selama perjalanan. Pengangkutan pada malam hari dinilai dapat mengurangi paparan suhu panas yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan stres pada buaya.

“Jika dilakukan pada siang hari dengan cuaca yang panas, kami khawatir buaya-buaya tersebut mengalami dehidrasi dan stres berat di perjalanan,” katanya.

Rombongan Disdamkartan Kutim tiba di Penangkaran Teritip, Balikpapan, pada Selasa pagi. Penyerahan ketiga satwa tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Disdamkartan Kutim dan pihak pengelola penangkaran.

Melalui relokasi itu, Disdamkartan Kutim memastikan penanganan lanjutan terhadap buaya hasil evakuasi dari lingkungan permukiman, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat serta kelangsungan hidup satwa liar. ​(adv)

Dilihat 707 kali