BALIKPAPAN — Perselisihan yang diduga dipicu dendam lama berakhir tragis di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan.
Seorang penjaga malam berinisial AS (48) meninggal dunia setelah terlibat duel menggunakan senjata tajam dengan F (34), Kamis (25/6/2026) dini hari.
Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Abu Sangit mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari pertengkaran yang terjadi beberapa saat sebelum kejadian.
Saat itu, F berada di sebuah kios bersama sejumlah rekannya sambil mengonsumsi minuman beralkohol.
"Pada saat IS dan R bersama teman-temannya sedang nongkrong dan menegak minuman beralkohol di dalam kios pasar, tiba-tiba R melempar serbuk ke arah wajah pelaku F dan mengenai beberapa teman lainnya," ucap Abu Sangit, Senin (29/6/2026).
Aksi tersebut memicu cekcok antara F dan R. Meski sempat dilerai oleh rekan-rekan mereka, perselisihan ternyata belum berakhir.
Menurut Abu Sangit, setelah meninggalkan lokasi, R mendatangi AS dan menceritakan pertengkaran yang baru dialaminya.
Keduanya kemudian kembali ke kios tempat F berada dengan membawa senjata tajam jenis badik.
"Sesampainya di lokasi, R dan AS langsung mengayunkan badik ke arah pelaku. Melihat serangan itu, pelaku mengeluarkan badik yang dibawanya dan melakukan perlawanan," katanya.
Dalam perkelahian tersebut, AS mengalami luka serius akibat sabetan badik pada bagian kepala dan tangan kanan.
Di sisi lain, F juga menderita luka tusuk di bagian perut kiri, bahu kiri, dan tangan setelah terkena serangan AS.
Usai kejadian, F melarikan diri dari lokasi sebelum akhirnya mendatangi Polsek Balikpapan Selatan untuk melaporkan insiden tersebut.
Sementara itu, seorang saksi berinisial AR sempat berupaya menghentikan perkelahian. Namun, ia mengurungkan niatnya karena seluruh pihak yang terlibat sama-sama membawa senjata tajam.
AR kemudian mengevakuasi AS menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Sepinggan untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Abu Sangit menjelaskan, sekitar pukul 00.15 Wita, personel piket Polsek Balikpapan Selatan menerima laporan dan langsung menuju lokasi kejadian.
"Petugas kemudian mengamankan pelaku, korban, serta para saksi sebelum membawa korban dan pelaku ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo," ujarnya.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah badik tanpa gagang dan satu pisau lipat yang diduga digunakan dalam perkelahian.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa insiden tersebut dipicu persoalan lama yang kembali memanas ketika para pihak berada dalam pengaruh minuman keras.
"Insiden penganiayaan ini diduga didasari dendam lama yang memuncak menjadi penganiayaan, di mana pelaku dan korban dalam kondisi mabuk minuman beralkohol," ungkap Abu Sangit.
Ia menambahkan, AS dan F sebelumnya sama-sama bekerja sebagai penjaga malam di Pasar Sepinggan. Namun, F diketahui sudah tidak lagi bekerja karena beberapa kali membuat keributan di lingkungan pasar.
"Pelaku sebelumnya telah dikeluarkan dari pekerjaannya karena sering membuat keributan. Selain itu, yang bersangkutan juga beberapa kali mengintimidasi pedagang dengan meminta sejumlah uang," kata Abu Sangit.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Balikpapan Selatan.
Sementara F masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo akibat luka yang dialaminya dalam perkelahian tersebut. (Han)














