Payload Logo
Karhutla Kaltim

Kebakaran hutan (dok: istimewa)

Api Mengamuk di Kaltim, 1.287 Hektare Hutan dan Lahan Hangus Terbakar

Penulis: Deni R | Editor:
13 Agustus 2026

KALTIM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat sepanjang 2026.

Hingga 11 Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 218 kejadian di 10 kabupaten/kota dengan total area terbakar 1.287,9287 hektare.

Dari luasan tersebut, 443,6187 hektare merupakan lahan, 831,50 hektare hutan, dan 12,81 hektare kebun.

BPBD Kaltim

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan peningkatan kejadian Karhutla mulai terasa ketika suhu meningkat dan periode tanpa hujan berlangsung lebih panjang.

“Memang kebakaran itu sampai dengan sekarang memang 218 kejadian. Kami temukan pelaporan yang terdata sampai dengan tanggal 11 Agustus 2026 hari ini,” ungkap Cahyo, pada Selasa, (11/8/2026).

Lonjakan kejadian paling terlihat memasuki Agustus. Dari 218 kejadian yang tercatat sepanjang tahun, sebanyak 125 kasus terjadi hingga akhir Juli.

Sementara awal Agustus, sekitar 70 kejadian telah dilaporkan hanya sampai 9 Agustus.

“Luasan total lahan sampai dari awal tahun itu kurang lebih sekitar 830-an hektare yang kami himpun,” ujarnya.

Menurut Cahyo, kondisi Karhutla tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025.

BPBD juga sebelumnya telah menerima peringatan BMKG mengenai potensi El Nino yang berlangsung lebih panjang.

“Dari mulai kemarin Juli itu sudah kita rasakan akibat dari El Nino ini,” tukas Cahyo.

Cuaca panas dan minim hujan membuat vegetasi semakin kering sehingga api lebih mudah menyebar.

“Penyebabnya karena memang tumbuhan yang di atas tanah itu sudah sangat mengering. Jadi kemudahan terbakarnya itu memang lebih tinggi,” ujarnya.

Salah satu kebakaran terbaru terjadi di Desa Nyuat, Kecamatan Damai, dengan luas lahan terbakar sekitar 20 hektare.

“Yang ini kita juga baru dapat kemarin itu di daerah Kutai Barat, tepatnya di pedesaan kawasan Nyuatan, Kecamatan Damai. Itu lumayan luas, 20 hektare,” ungkap Cahyo.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim, Kutai Barat menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 37 kasus dengan total luasan 191,995 hektare.

Selain Kutai Barat, wilayah Paser mencatat 34 kejadian dengan luasan 93,932 hektare.

Jumlah kejadian yang sama juga tercatat di Samarinda dengan luasan 26,65 hektare.

Sementara Penajam Paser Utara mencatat 29 kejadian, Berau dan Kutai Kartanegara masing-masing 28 kejadian, Balikpapan 11 kejadian, Kutai Timur sembilan kejadian, dan Bontang delapan kejadian.

Mahakam Ulu belum mencatat kejadian Karhutla sepanjang periode tersebut.

Dari sisi luasan, Kutai Timur menjadi wilayah dengan area terbakar terbesar, yakni 810,05 hektare.

Sebagian besar luasan tersebut berasal dari kawasan hutan yang mencapai 800 hektare.

BPBD Kaltim juga menaruh perhatian terhadap wilayah utara Berau, serta sejumlah kawasan di Kutai Kartanegara seperti Tabang dan Kembang Janggut hingga Paser.

Di kawasan perkotaan, Karhutla dengan luasan relatif lebih kecil juga masih terjadi.

Di Samarinda, sejumlah lokasi yang sempat mendapat penanganan berada di Bukit Pinang, sekitar Bandara APT Pranoto, dan Palaran.

Cahyo menjelaskan, karakter kebakaran di kawasan hutan dan lahan berbeda dengan kejadian di wilayah perkotaan.

Kebakaran yang berada jauh di kawasan belantara, khususnya di lahan gambut, dapat dipengaruhi kondisi alam.

“Sementara asumsi kita memang dari panas bumi itu. Karena juga lahannya rata-rata gambut,” tandasnya.

Meski demikian, BPBD tetap melihat faktor manusia sebagai salah satu potensi pemicu Karhutla. (Deni)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025