KUTIM - Implementasi Kurikulum Merdeka, 70 siswa SMA Plus Budi Luhur Mandiri kunjungi Rumah Pintar Pemilu Kutim, Selasa (10/9) pagi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Aris Setiawan mengatakan, agenda tersebut menyasar pembelajaran tentang proses demokrasi yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Disdik Kubar Sampaikan Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka di Wilayah Blank Spot
"Jadi kami ada tema pembelajaran Penguatan Profil Pelajar Pancasila di IKM yaitu suara demokrasi," sebutnya.
Agenda tersebut diharapkannya bisa memberi para siswa pengalaman terkait proses pemilihan umum serta pelanggaran yang biasanya terjadi, "Dan juga mereka sadar akan pentingnya suara mereka terhadap keberlangsungan daerah hingga 5 tahun mendatang."
Aris mengatakan, pihaknya di sekolah juga terus melakukan edukasi terkait independensi dalam memilih calon kepala daerah.
"Terus kita lakukan, tidak hanya bagi siswa tapi semua masyarakat sekolah. Bahwa kita memilih calon itu yang sesuai dengan visi misi pasangan calon, jangan karena politik uang ataupun karena politik identitas," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Osis SMA Plus Luhur Budi Mandiri, Raka mengungkapkan mendapat pengalaman baru dari kunjungannya tersebut.
Raka bahkan ingin menerapkan sistem Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) seperti yang dimiliki KPU, dalam pemilihan Ketua Osis di sekolahnya mendatang.
"Dalam waktu dekat ini kan ada pemilihan Ketua Osis baru, jadi rencana ada menerapkan struktur seperti di KPPS, misalnya Linmas dan pelantikan anggota KPPS sebelum bertugas," ujar Raka.
Menurutnya, hal itu menjadi upaya membiasakan proses berdemokrasi yang baik dimulai dari lingkungan kecil seperti Osis. (*)