Payload Logo
Bupati Kutim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman (dok: katakaltim)

Investasi Besar Masuk Kutim, Bupati Dorong Tenaga Kerja Lokal Ambil Peran

Penulis: Caca | Editor: Agu
25 Oktober 2026

KUTIM — Masuknya investasi berskala besar ke Kabupaten Kutai Timur (Kutim) harus diikuti dengan terbukanya peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Kutim pun mendorong instansi terkait untuk aktif menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan proyek-proyek investasi yang tengah berjalan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dalam malam puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kutai Timur di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).

Ardiansyah mengatakan Kutai Timur saat ini memiliki sejumlah proyek investasi besar yang berpotensi memberikan dampak ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Di antaranya proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun.

Proyek tersebut telah memasuki tahap groundbreaking setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hadir dalam proses peletakan awal pembangunan.

“Proyek ini bernilai investasi sekitar Rp41 triliun dan berfungsi sebagai bahan baku yang dicampur dengan produk sawit B50 untuk menghasilkan energi baru,” ujar Ardiansyah.

Selain itu, terdapat pengembangan dua kawasan ekonomi utama di Kutai Timur, yakni Kawasan Industri BCIP yang dikelola PT BEC dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Di kawasan Maloy, investasi PT Nan Berkah Mineral (PT NAM) tercatat mencapai Rp30 triliun. Investasi tersebut telah ditandatangani di tingkat provinsi dan diperkirakan mulai memasuki masa produksi pada 2029 hingga 2030.

Menurut Ardiansyah, keberadaan kawasan industri dan investasi tersebut harus memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

“Kehadiran dua kawasan ekonomi ini diharapkan mampu memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian kerakyatan serta membuka peluang kerja luas bagi masyarakat Kutai Timur,” tegasnya.

Karena itu, Ardiansyah secara khusus meminta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) serta instansi terkait memperkuat koordinasi.

Ia ingin pemerintah daerah tidak hanya menjadi pihak yang menyaksikan masuknya investasi, tetapi juga memastikan masyarakat Kutai Timur mendapatkan kesempatan untuk terlibat sebagai tenaga kerja.

Pemkab Apresiasi Dunia Usaha

Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha, khususnya perusahaan sektor pertambangan dan perkebunan, yang selama ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus menyiapkan program pembangunan lanjutan untuk mendukung perkembangan ekonomi Kutai Timur.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merencanakan program-program pembangunan lanjutan demi kemajuan daerah,” katanya.

Selain isu investasi dan lapangan kerja, Ardiansyah turut menyampaikan perkembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait penetapan kawasan tersebut sebagai geopark nasional.

Jika ditetapkan, kawasan Sangkulirang-Mangkalihat diproyeksikan menjadi geopark nasional ke-21 di Indonesia dan berpeluang mendapatkan pengakuan internasional melalui UNESCO.

Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan arkeologi penting dengan bukti peradaban manusia prasejarah yang diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun sebelum Masehi.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan menyusul kondisi kabut asap yang melanda Kutai Timur akibat kiriman asap dari daerah luar.

“Saya mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua, untuk tetap waspada serta menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca tersebut,” ujarnya.

Malam puncak HUT ke-27 Kutai Timur turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada sponsor utama rangkaian kegiatan serta wajib pajak. Acara kemudian dimeriahkan dengan Tari Jepen Pesona Ramadan dan Magic Land Kutai Timur. (Adv)

Dilihat 693 kali