Payload Logo
Kutim

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman (Dok: katakaltim)

Malam Puncak HUT ke-27 Kutim, Bupati Apresiasi Mereka yang Berkontribusi untuk Daerah

Penulis: Caca | Editor: Agu
25 Oktober 2026

KUTIM — Malam puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026), turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dunia usaha, serta sejumlah pihak yang mendukung rangkaian peringatan HUT Kutim.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan penghargaan kepada ASN dan PPPK atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Ardiansyah, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah.

“Karena kepuasan tertinggi dalam hidup adalah ketika masyarakat merasa puas dengan pelayanan dan kinerja yang telah dikerjakan,” ujar Ardiansyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan, yang selama ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kutai Timur.

Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah akan terus melanjutkan program pembangunan untuk menjaga momentum kemajuan Kutim.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merencanakan program-program pembangunan lanjutan demi kemajuan daerah,” tegasnya.

Momentum Melihat Masa Depan

Memasuki usia ke-27, Ardiansyah turut memaparkan sejumlah agenda besar yang akan menjadi bagian dari perkembangan Kutai Timur ke depan.

Sejumlah investasi strategis tengah berjalan, termasuk proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun.

Selain itu, Kutim memiliki dua kawasan ekonomi utama, yakni Kawasan Industri BCIP dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Di kawasan Maloy, investasi PT Nan Berkah Mineral (PT NAM) mencapai Rp30 triliun dengan estimasi produksi mulai 2029 hingga 2030.

Menurut Ardiansyah, perkembangan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat serta membuka lapangan kerja.

Karena itu, ia meminta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) bersama instansi terkait aktif membangun koordinasi agar tenaga kerja lokal dapat mengambil peluang dari perkembangan investasi di Kutai Timur.

Sangkulirang-Mangkalihat Tunggu Penetapan

Momentum HUT Kutim juga diwarnai dengan kabar mengenai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait penetapan kawasan tersebut sebagai geopark nasional.

Jika ditetapkan, kawasan Sangkulirang-Mangkalihat diproyeksikan menjadi geopark nasional ke-21 di Indonesia dan berpeluang memperoleh pengakuan internasional melalui UNESCO.

Kawasan ini memiliki nilai arkeologi penting dengan keberadaan bukti peradaban manusia prasejarah yang diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun sebelum Masehi.

Di akhir sambutannya, Ardiansyah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan menyusul kondisi kabut asap yang terjadi di Kutai Timur akibat kiriman asap dari daerah luar.

“Saya mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua, untuk tetap waspada serta menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca tersebut,” katanya.

Malam puncak HUT ke-27 Kutai Timur kemudian ditutup dengan rangkaian penghargaan bagi sponsor utama kegiatan dan wajib pajak. Suasana perayaan turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Jepen Pesona Ramadan dan Magic Land Kutai Timur. (adv)

Dilihat 691 kali