Payload Logo
Rudy Mas’ud

Erly Sopiansyah, Koordinator Lapangan Aliansi (kaos biru pegang mic) saat pertemuan di Samarinda (dok: Deni/katakaltim)

Isu Nepotisme dan Dinasti Politik Meledak, Ribuan Massa Siap Kepung Samarinda, Target Gulingkan Pemerintahan Rudy–Seno

Penulis: Deni Rahman | Editor: Agung
11 April 2026

SAMARINDA — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur rencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 21 April 2026 di Kota Samarinda.

Aksi tersebut merupakan respons kekecewaan masyarakat atas kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakilnya, Seno Aji.

Koordinator Lapangan Aliansi, Erly Sopiansyah, menyebut gerakan tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai elemen masyarakat secara organik. Bukan aksi spontan.

“Kami merespons kebijakan-kebijakan Gubernur yang sangat menyakitkan hati masyarakat kaltim, sehingga kita harus turun ke jalan,” jelas Erly, Sabtu (11/4/2026), sore.

Dalam tuntutannya, aliansi menyoroti dugaan praktik dinasti politik dan nepotisme di lingkaran kekuasaan pemerintahan Provinsi Kaltim

“Cuma satu, stop dinasti dan nepotisme di Kalimantan Timur. Kekuasaan itu bukan punya satu keluarga, tapi punya seluruh masyarakat Kaltim,” tegas Erly.

Selain itu, aliansi juga mendorong semua fraksi di DPRD Kaltim menggunakan hak angketnya. Bahkan, opsi pemakzulan disebut bisa menjadi capaian lanjutan aliansi perjuangan kaltim.

“Kami minta DPRD mengeluarkan hak angket. Kalau bicara pemakzulan, arah dari tuntutan nepotisme itu bisa saja ke sana,” jelasnya.

Aliansi juga meluapkan kritik terhadap kinerja pemerintahan Rudy-Seno yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

Erly menilai sejumlah kebijakan justru bertentangan dengan arahan pemerintah pusat, termasuk terkait efisiensi anggaran.

“Selama hampir satu tahun ini, kinerjanya jelek. Bahkan instruksi presiden terkait efisiensi anggaran saja tidak diikuti, ada pembelian mobil dinas 8,5 miliar, ada renovasi rumah dinas,” kata Erly.

Tak hanya aksi, aliansi juga menempuh jalur formal dengan mengirimkan surat kepada Presiden RI.

Bahkan aliansi juga meminta KPK dan Kejaksaan Agung turut memeriksa dugaan pelanggaran yang melibatkan Gubernur dan jajarannya.

Menanggapi tudingan bahwa aksi ini sarat kepentingan politik pasca Pilgub, Erly tegas membantah.

Ia menyatakan gerakan tersebut murni lahir dari kekecewaan publik yang meluas.

“Pilkada telah selesai, tidak ada lagi kubu kalah atau menang. Ada yang dulu mendukung gubernur, sekarang ikut bersama kami. Ini murni suara masyarakat yang kecewa,” ujarnya.

Hingga kini, sekitar 4.075 orang dari 44 organisasi telah menyatakan kesiapan untuk bergabung.

Dengan konsolidasi yang terus berlangsung dan jumlah massa yang berpotensi bertambah, aksi 21 April mendatang diprediksi menjadi aksi demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Diketahui, sejumlah polemik menyelimuti Benua Etam sepanjang pemerintahan Rudy-Seno. Bahkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud beberapa kali telah menjadi sorotan sejagat nusantara.

Mulai dari fenomena Sultan Kutai Kartanegara di peresmian Kilang Minyak Balikpapan, hingga yang baru-baru ini terus diributi oleh sejumlah kalangan: anggaran rumah dinas Kaltim yang mencapai puluhan miliar. (Deni)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025