JAKARTA — Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya belum mencerminkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Megawati bahkan menyebut kondisi tersebut mirip dengan praktik hukum pada zaman Belanda, ketika hukum diterapkan tetapi belum memberikan rasa keadilan bagi rakyat.
“Saya mendengar ini, saya lalu tertawa. Indonesia ini kok kayak orang Belanda, ya? Hukum itu dilakukan, tetapi tidak berkeadilan,” Senin (17/8/2026).
Menurut Megawati, kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan oleh Presiden pertama RI sekaligus founding father Indonesia, Soekarno.
Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit, bahkan terpaksa mencuri karena kelaparan.
“Betapa saya tidak nangis, ada seorang ibu mungkin kelaparan, itu mencuri buah labu,” ucapnya.
Di sisi lain, Megawati membandingkan kondisi tersebut dengan kasus korupsi yang melibatkan pelaku pencurian uang negara dalam jumlah besar.
Menurutnya, hukuman terhadap koruptor terkadang terkesan hanya sebatas formalitas.
“Coba pikirkan, apakah keadilan itu yang ingin kita dapatkan? Yang ingin kita kerjakan bagi seluruh rakyat Indonesia?” kata Megawati.
Megawati menegaskan, prinsip kesetaraan di hadapan hukum telah dijamin dalam konstitusi.
Karena itu, menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan tanpa membeda-bedakan masyarakat.
“Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama di mata hukum,” tegasnya. (Agung)











