Payload Logo
Kaltim

Suasana Audiensi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim dengan Pemprov Kaltim berlangsung singkat di Kantor Gubernur Kaltim, membahasa masalah hak angket, pada Kamis (21/5/2026) (Dok: Deni/katakaltim)

Nilai Gubernur Kaltim Arogan, Aliansi: Kami Kecewa, Gayanya Sombong Sekali

Penulis: Deni Rahman | Editor: Agung
22 Mei 2026

KALTIM — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM KT) kembali gelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Kaltim.

Sebelum berunjuk rasa di kantor Gubernur, massa aksi lebih dulu memadati kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk menyerahkan tuntutan Aliansi.

Aksi tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat Benua Etam.

Orasi berlangsung sekitar 4 jam hingga perwakilan Aliansi diterima audiensi dengan Pemprov Kaltim.

Saat Audiens, Kordinator APM KT, Erly Sopiansyah, menyebut Rudy Mas’ud tidak beradab saat menemui massa aksi.

“Menjawab dengan masyarakat dengan gaya sombong, tidak ada adabnya sama sekali, kayak tidak tau umur,” tegas Erly usai audiensi dengan Pemprov di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/5/2026).

Audiensi dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah, sementara pihak Aliansi dihadiri 30 orang perwakilan.

Sebelum Audiensi, situasi sempat memanas tatkala massa protes kepada Plt Kesbangpol yang meminta peserta yang hadir tak memberikan pertanyaan yang memojokkan Gubernur Kaltim.

Pertemuan berlangsung singkat, Aliansi tak mendapat kesepakatan tertulis serta menilai respons Gubernur kaltim menjawab tuntutan massa aksi dengan arogan.

“Kami kecewa, kami demo mulai pagi, tapi ketemu dengan Gubernur kita adabnya tidak ada sama sekali, gayanya sombong sekali,” jelas Erly.

Aliansi membawa dua point tuntutan; Pertama, Rudy Mas’ud diminta mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Kaltim,

Kedua, Rudy Mas’ud menyetujui hak angket bergulir di DPRD lewat partai yang ia pimpin.

“Kita tidak bisa menggoyangkan tuntutan lagi, Dia mundur atau mendukung hak angket,” ujarnya.

Tak teruma dengan hasil pertemuan, Aliansi berkomitmen akan terus melakukan aksi lanjutan sampai tuntutan diterima pihak Pemprov Kaltim. “Kita Demo terus, Kami tidak lelah,” pungkasnya.

Sebelumnya di dalam forum, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, tampak heran saat dirinya dituduh tak beradab dan arogan dalam dialog bersama demonstran.

Gubernur Rudy Mas’ud menanyakan langsung kepada demonstran di mana letak arogansi dia. “Loh, ada yang salah dengan gaya saya?,” tanya Gubernur Rudy.

Dalam pertemuan itu pendemo menyampaikan agar gestur atau perilakunya tidak menggambarkan pimpinan.

“Bukan saya arogan. Anda kan tanya, minta dijawab. Saya jawab kok dibilang arogan?,” tanya Gubernur lagi tampak heran.

Diskusi berlangsung tidak lama. Sejumlah perwakilan aliansi menyampaikan agar Gubernur Kaltim tidak memotong pembicaraan.

“Bagaimana mau selesai kalau sesuatu yang mau disampaikan itu belum tersampaikan (semuanya). Adab itu lebih penting. Makanya kita ada prinsip, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jadi selesaikan dulu mereka menyampaikan pendapat,” pintanya demonstran. (Deni)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025