Payload Logo
Campak pada anak

Ilustrasi Penyakit Campak pada Anak (dok:akalimitasi)

Pasien Campak Kutim Meningkat, Dinkes Catat 105 Kasus Tersebar di Sejumlah Kecamatan

Penulis: Salsabila Resa | Editor:
25 Maret 2026

KUTIM - Penyakit menular, campak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa waktu terakhir meningkat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mencatat 105 kasus suspek campak tersebar di sejumlah kecamatan, hingga awal 2026.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan mayoritas kasus menyerang anak-anak, kelompok rentan yang daya tahannya belum sepenuhnya matang. 

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, dr Sri Endrayati, juga mengungkapkan bahwa sejumlah pasien dengan gejala mengarah pada campak telah datang untuk mendapatkan penanganan. Namun, kepastian diagnosis tak bisa ditegakkan seketika.

"Di Puskesmas memang ada beberapa pasien yang datang dengan gejala mengarah ke campak. Tetapi untuk memastikan diagnosis, kami harus mengambil sampel darah yang kemudian dikirim ke laboratorium khusus di Balikpapan atau Banjarmasin. Biasanya hasil pemeriksaan baru keluar sekitar dua minggu," jelasnya.

Kata Dinkes Pelacakan kasus digencarkan dengan imunisasi tambahan sert jangkauan edukasi kepada masyarakat terus diperluas.

Dilansir BBC, Rabu 25 Maret 2026, temuan Kemenkes menyebutkan, sampai minggu kedelapan, jumlah kasus suspek mencapai 10.453 dengan kasus konfirmasi sebanyak 8.372. Adapun korban meninggal dilaporkan sebanyak enam orang.

Katanya, sebagian besar kematian akibat campak itu adalah balita tanpa riwayat imunisasi campak.(cca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025