KALTIM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) realisasikan Program Gratispol Perjalanan Religi.
Tahap pertama pelaksanaan tahun 2025, 877 orang penjaga rumah ibadah dari berbagai agama telah diberangkatkan. Mendekati target awal sebanyak 880 orang.
Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal menjelaskan secara keseluruhan ada 5.140 penjaga rumah ibadah dari seluruh agama di Kaltim yang terdata sebagai calon penerima program.
Karena jumlahnya besar, pelaksanaan dilakukan bertahap selama lima tahun. Dimulai pada 2025.
“Pelaksanaannya memang bertahap hingga lima tahun ke depan. Tahun 2025 ini tahap awal sudah diberangkatkan 877 orang,” ucap Faisal dalam keterangan resminya, Senin 2 Februari 2026.
Dari total peserta tahun 2025 tersebut, penerima terbanyak berasal dari agama Islam: 689 orang.
Disusul Kristen 113 orang, Katolik 45 orang, Hindu 19 orang, Buddha 8 orang dan Konghucu 3 orang.
“Sementara, 3 orang lainnya batal berangkat karena alasan kesehatan dan meninggal dunia,” ucap Faisal.
Dirinya menambahkan bahwa tujuan perjalanan religi disesuaikan dengan agama masing-masing.
Penjaga masjid diberangkatkan untuk umrah ke Tanah Suci Makkah di Arab Saudi, pemeluk Kristen dan Katolik ke Yerusalem dan Vatikan, Hindu dan Buddha ke India, serta Konghucu ke Tibet.
Target Setiap Tahun
Untuk tahun-tahun berikutnya, Pemprov Kaltim telah menyiapkan target keberangkatan lanjutan.
Pada 2026 ditargetkan 960 orang, 2027 sebanyak 1.000 orang, 2028 sebanyak 1.100 orang, dan kloter terakhir pada 2029 sebanyak 1.200 orang.
Program Gratispol Perjalanan Religi ini menjadi bentuk apresiasi Pemprov Kaltim atas pengabdian para penjaga rumah ibadah lintas agama.
“Sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam merawat harmoni dan toleransi di Benua Etam,” pungkasnya. (Deni)













